KabarBaik.co, Bojonegoro – Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemkab Bojonegoro menggelar malam tasyakuran di Pendopo Malowopati, Kompleks Pemkab Bojonegoro, Minggu (16/8) malam.
Kegiatan yang diisi dengan doa dan tahlil bersama tersebut berlangsung khidmat. Jajaran Forkopimda, kepala OPD, serta tokoh masyarakat duduk bersama untuk memanjatkan doa bagi para pahlawan sekaligus mendoakan kemajuan Kabupaten Bojonegoro dan Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengajak seluruh masyarakat untuk tidak sekadar mengenang kemerdekaan, tetapi juga merefleksikan makna perjuangan dengan diwujudkan melalui kerja nyata.
Menurutnya, tradisi tasyakuran menjelang peringatan kemerdekaan merupakan bentuk rasa syukur sekaligus penghormatan kepada para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi merebut kemerdekaan Indonesia.
“Ini merupakan bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada para pahlawan sekaligus menjadi refleksi tentang apa yang sudah kita lakukan dan apa yang harus kita perjuangkan ke depan,” ujar Setyo Wahono.
Ia menegaskan kemerdekaan tidak boleh dimaknai sebatas terbebas dari penjajahan. Kemerdekaan harus mampu menghadirkan kesejahteraan dan kesetaraan, sehingga seluruh masyarakat memiliki kesempatan untuk berkembang serta menentukan masa depan secara bermartabat.
“Maka tugas kita pada hari ini dalam mengisi kemerdekaan adalah dengan kerja yang nyata. Harus kita maknai sebagai perjuangan untuk membebaskan masyarakat dari kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, ketidakadilan, dan berbagai bentuk kesenjangan,” tegasnya.

Setyo Wahono mengatakan pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh hak dan kesempatan yang sama. Peningkatan layanan dasar, khususnya pendidikan dan kesehatan, harus terus dilakukan agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
“Kita punya kewajiban untuk memastikan setiap anak di Bojonegoro mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan yang baik. Setiap keluarga harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Masyarakat juga harus memiliki kesempatan untuk bekerja dan berusaha,” katanya.
Selain pemenuhan kebutuhan dasar, pemerintah juga perlu memberikan ruang bagi pelaku usaha, mulai dari UMKM, petani, pedagang hingga sektor ekonomi lainnya agar dapat berkembang dan memiliki daya saing.
Di sisi lain, Bupati mengingatkan bahwa tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks. Perkembangan teknologi digital, persaingan ekonomi global, hingga meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik harus mampu dijawab dengan inovasi dan kerja bersama.
Karena itu, semangat kemerdekaan, kata dia, harus diterjemahkan menjadi semangat untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta membangun daerah secara berkelanjutan.
Rangkaian peringatan kemudian dilanjutkan dengan apel kehormatan dan renungan suci di Taman Makam Pahlawan. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang sekaligus memberikan penghormatan kepada para pejuang yang telah gugur dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. (Adv)








