KabarBaik.co – Akhir tahun 2024 meninggalkan kisah pilu bagi M Arif Jabbar Rahman, warga Desa Karangrejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Sepeda motor Kawasaki D Tracker tahun 2015 miliknya menjadi korban pencurian kendaraan bermotor (curanmor) meskipun dalam kondisi mogok.
Peristiwa itu terjadi pada dini hari, 21 Desember 2024 lalu, tepatnya sekitar pukul 03.00 WIB. M Arif bercerita, sepeda motor tersebut sedang dalam kondisi mogok sehingga diparkir di teras rumah, tepat di pojok belakang pagar.
Namun, saat ayahnya hendak berangkat untuk salat subuh di masjid, motor tersebut sudah tidak ada di tempatnya. “Sepedaku waktu itu sedang mogok, jadi saya parkir di halaman teras rumah. Sekitar jam 03.00, ayah saya melihat motor sudah hilang,” ungkap Arif saat ditemui di kediamannya, Kamis (2/12).
Dari rekaman kamera pengawas CCTV di desa tersebut, tampak dua pelaku menjalankan aksinya dengan tenang. Salah satu pelaku mengambil motor korban, sementara rekannya membantu mendorong motor dengan cara stut menggunakan kaki.
“Pelaku ada dua orang, yang satu mengambil motor saya, dan yang lainnya mendorong motor dengan cara di-stut. Gerak-gerik mereka terlihat sangat rapi, seperti sudah terbiasa,” jelas Arif.
Kehilangan ini tak terjadi begitu saja. Menurut penjelasan korban, salah satu tetangganya menyebutkan bahwa beberapa hari sebelum kejadian, terlihat orang tak dikenal mondar-mandir di sekitar rumah Arif. Hal ini memperkuat dugaan bahwa pelaku sudah mengincar targetnya sejak jauh hari.
“Sebelum kejadian, dari cerita tetangga memang ada orang asing yang sering lalu-lalang di sini. Tapi waktu itu kami tidak curiga karena terlihat biasa saja,” ujar M Arif.
Ironisnya, tak lama setelah motor Arif hilang, sebuah sepeda motor Honda Vario 150 milik warga lain di desa yang sama juga menjadi korban curanmor. Dua kasus ini menimbulkan keresahan yang mendalam di kalangan warga. Masyarakat merasa bahwa keamanan desa mulai terancam, terutama dengan semakin nekatnya aksi para pencuri.
Menanggapi keresahan warga, Pemdes Karangrejo segera mengambil langkah konkret. Salah satunya dengn memberlakukan sistem satu pintu untuk keluar-masuk desa. Sistem ini bertujuan untuk memperketat keamanan serta mempermudah pengawasan.
Hal ini merupakan salah stau bentuk rasa prihatin dan tanggungjawab pemerintah desa dengan kejadian ini. Oleh karena itu, pemerintah desa secara sigap memutuskan untuk memberlakukan sistem satu pintu sebagai langkah awal dalam meningkatkan keamanan desa.
Langkah ini mendapat dukungan penuh dari warga. Selain itu, patroli keamanan desa juga ditingkatkan, terutama pada jam-jam rawan seperti dini hari.
Kasus ini mencerminkan fenomena meningkatnya kejahatan, khususnya pencurian kendaraan bermotor (curanmor), di penghujung tahun. Akhir tahun sering menjadi waktu rawan kejahatan karena berbagai faktor, seperti kebutuhan ekonomi yang meningkat.
Tindakan preventif seperti pemasangan CCTV, patroli rutin, hingga peningkatan kesadaran warga terhadap keamanan lingkungan adalah langkah penting untuk mencegah kejadian serupa.
Kejadian yang menimpa M Arif Jabbar Rahman dan warga lainnya menjadi pengingat penting bahwa keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Di awal tahun 2025, melalui langkah-langkah kolaboratif, harapannya Gresik yang lebih aman. (*)