KabarBaik.co, Nigeria– Maskapai di Nigeria berencana menghentikan penerbangan mulai 20 April. Penyebabnya adalah lonjakan harga bahan bakar di tengah perang di Timur Tengah, The Guardian Nigeria melaporkan.
Mengutip Direktur Asosiasi Operator Penerbangan Nigeria (AON) Abdulmunaf Sarina, surat kabar itu menyebutkan bahwa harga avtur per liter melonjak hampir 300 persen dari 900 naira menjadi 3.300 naira (dari Rp 11.529 menjadi Rp 42.272).
Kenaikan tersebut membebani operasional maskapai dan berpotensi mengganggu layanan penerbangan domestik di Nigeria.
Konflik di Timur Tengah meletus sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Pada 11 April, Iran dan Amerika Serikat menggelar pembicaraan di Islamabad setelah kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan, tetapi perundingan itu berakhir tanpa hasil.
Ketegangan meningkat setelah Angkatan Laut AS pada 13 April memulai blokade terhadap lalu lintas maritim dari dan menuju pelabuhan Iran di sekitar Selat Hormuz.
Selat tersebut merupakan jalur strategis yang menyumbang sekitar 20 persen pasokan minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair dunia.
Pemerintah AS menyatakan kapal non-Iran tetap dapat melintasi Selat Hormuz selama tidak membayar pungutan kepada Teheran, sementara Iran belum mengumumkan kebijakan resmi soal pengenaan biaya itu. (*)


