Masuk 10 Besar Kota Bersih Nasional, Sidoarjo Masih Hadapi Rendahnya Kesadaran Jaga Lingkungan

oleh -207 Dilihat
Kondisi TPST Ketegan, Sidoarjo. (Achmad Adi Nurcahya)
Kondisi TPST Ketegan, Sidoarjo. (Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Prestasi Kabupaten Sidoarjo dalam pengelolaan sampah ternyata belum sepenuhnya dibarengi dengan kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.

Di tengah capaian membanggakan masuk 10 besar daerah penerima Sertifikat Menuju Kota Bersih 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup, persoalan sampah masih menjadi PR yang cukup berat.

Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau DLHK Sidoarjo Vira Murti, mengungkapkan tingkat kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah diperkirakan baru berada di angka sekitar 25 persen. Kebiasaan membuang sampah sembarangan, menurutnya, masih ditemukan hampir di semua lapisan masyarakat.

Tak hanya di lingkungan masyarakat bawah, perilaku tersebut juga masih kerap dilakukan kalangan menengah hingga atas. Kondisi itu dinilai menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

“Bukan hanya masyarakat bawah, kalangan menengah ke atas pun masih banyak yang buang sampah sembarangan. Ini tantangan besar bagi kami,” ujar Vira pada KabarBaik.co Senin (11/5).

Padahal, capaian Kabupaten Sidoarjo di bidang kebersihan cukup membanggakan. Dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia, Sidoarjo berhasil masuk dalam 35 daerah penerima Sertifikat Menuju Kota Bersih tahun 2025 dan bahkan menembus 10 besar nasional.

Berbagai langkah pun mulai disiapkan DLHK Sidoarjo untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Salah satunya melalui penguatan edukasi sejak dini dengan memasukkan materi pengelolaan sampah ke sekolah melalui muatan lokal.

“Kami ingin masuk ke sekolah melalui muatan lokal, agar edukasi soal sampah bisa dimulai sejak dini,” katanya.

Selain edukasi, DLHK juga mendorong penguatan peran desa dan kelurahan dalam pengelolaan sampah. Upaya tersebut menjadi bagian dari target besar Kabupaten Sidoarjo untuk meraih penghargaan Adipura.

“Keinginan kami Adipura pastinya penguatan desa dan kelurahan untuk membangun TPST, pengelolaan yang lebih bertanggung jawab, serta sosialisasi yang lebih responsif dan masif agar meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa sampah dan kebersihan itu tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Di tengah berbagai program tersebut, DLHK Sidoarjo juga harus menghadapi kebijakan efisiensi anggaran. Bahkan, biaya operasional seperti bahan bakar mengalami pemangkasan hingga 50 persen. Meski demikian, pelayanan pengelolaan sampah diupayakan tetap berjalan maksimal.

“Dengan anggaran terbatas, kami harus tetap menjaga kualitas layanan, sekaligus mempertahankan capaian yang sudah diraih sebelumnya,” jelas Vira.

Ia berharap persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah semata. Menurutnya, kesadaran kolektif masyarakat menjadi kunci penting untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.

“Pengelolaan sampah itu bukan hanya tanggung jawab DLHK, tapi tanggung jawab kita semua,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.