MBMA Laporkan Kinerja Operasional Solid dan Efisiensi Biaya Terus Membaik

oleh -314 Dilihat
IMG 20251111 WA0018
Peningkatan ini didorong kapasitas penambangan yang lebih besar, dukungan infrastruktur, dan efisiensi operasional yang makin baik.

KabarBaik.co — PT Merdeka Battery Materials Tbk (IDX: MBMA) mencatat kinerja operasional solid pada kuartal yang berakhir 30 September 2025. Periode ini diwarnai pertumbuhan kuat produksi bijih nikel, efisiensi biaya operasi di seluruh lini, serta progres stabil pada proyek-proyek hilirisasi strategis.

Tambang PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) menjadi motor utama pertumbuhan. Produksi saprolit melonjak 89 persen dan limonit naik 51 persen secara tahunan. Peningkatan ini didorong kapasitas penambangan yang lebih besar, dukungan infrastruktur, dan efisiensi operasional yang makin baik. Total produksi saprolit mencapai 2 juta ton basah (wmt), sementara limonit menembus 5,6 juta wmt.

SCM juga berhasil menekan biaya tunai dan meningkatkan margin, meskipun menghadapi penurunan harga jual rata-rata dan kenaikan biaya royalti serta bahan bakar akibat kewajiban penggunaan B40. Biaya tunai saprolit turun menjadi US$23,3/wmt dari US$23,8/wmt tahun lalu. Dengan margin kas US$1,5/wmt, margin saprolit naik 49 persen dibanding kuartal sebelumnya meski masih tertekan secara tahunan.

Pada limonit, biaya tunai turun menjadi US$7,9/wmt dari US$9,9/wmt. Margin kas mencapai US$6,5/wmt, tumbuh 20 persen YoY dan 46 persen QoQ, meskipun ASP limonit turun sekitar 6 persen baik secara tahunan maupun kuartalan.

Di sisi pengolahan, produksi Nickel Pig Iron (NPI) turun menjadi 19.819 ton. Namun margin NPI justru meningkat signifikan menjadi US$2.215 per ton nikel, ditopang penurunan biaya tunai sebesar 16 persen YoY menjadi US$9.059 per ton. Optimalisasi pasokan bijih internal dan pengendalian biaya menjadi faktor kunci peningkatan ini.

MBMA juga memperkuat rantai nilai terintegrasi melalui pengembangan teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) dan Acid Iron Metal (AIM).

PT ESG New Energy Material (PT ESG) memproduksi 7.181 ton nikel dalam bentuk MHP dengan penjualan 7.553 ton. Efisiensi diperkirakan meningkat setelah fasilitas Feed Preparation Plant (FPP) dan pipa slurry beroperasi pada Kuartal IV 2025.

PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC) mencatat progres 54 persen untuk konstruksi HPAL dan 29 persen untuk FPP. Uji coba tahap pertama ditargetkan pada pertengahan 2026.

Di fasilitas AIM, PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI) menghasilkan 251.715 ton asam sulfat selama kuartal ini. Pabrik klorida dan katoda tembaga memasuki tahap komisioning, dengan produksi awal pelat tembaga yang telah memenuhi standar London Metal Exchange (LME).

MBMA juga menandatangani perjanjian jangka panjang penjualan nickel matte dengan ketentuan yang dinilai menguntungkan, sehingga mendasari keputusan melanjutkan produksi High-Grade Nickel Matte (HGNM) pada Kuartal IV 2025.

Dari sisi pendapatan, Perseroan membukukan pendapatan belum diaudit sebesar US$935 juta selama sembilan bulan pertama 2025, turun 32 persen dibanding periode sama tahun lalu. Penurunan terutama berasal dari segmen NPI dan HGNM, meski sebagian diimbangi peningkatan pendapatan limonit dan segmen lainnya.

Presiden Direktur MBMA, Teddy Oetomo, menegaskan bahwa kinerja solid kuartal ini mencerminkan peningkatan struktural di seluruh rantai operasi.

“Kami terus memperbaiki efisiensi biaya per unit, memperluas kapasitas produksi bijih, serta mendorong kemajuan proyek HPAL dan AIM yang akan menjadi transformasi besar bagi MBMA dan industri bahan baku baterai Indonesia,” ujarnya, Selasa (11/11).

Perseroan optimistis mencapai target volume bijih dan pedoman biaya 2025, didukung ekspansi armada tambang dan penyelesaian infrastruktur pipa slurry. Fokus utama ke depan meliputi peningkatan kapasitas armada tambang untuk mendukung kenaikan output bijih pada Kuartal IV 2025, percepatan penyelesaian pipa slurry sebagai bagian integrasi fasilitas HPAL, dan optimalisasi biaya secara berkelanjutan di seluruh rantai operasi.

Teddy menutup pernyataannya dengan optimisme, “Pertumbuhan berkelanjutan produksi bijih nikel, peningkatan efisiensi pengolahan, serta kemajuan proyek HPAL dan AIM akan memperkuat posisi MBMA sebagai salah satu pemasok bahan baku baterai global terkemuka.”

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.