MBMA Siapkan Buyback Saham hingga Rp 1,7 Triliun, Perkuat Kepercayaan Pasar

oleh -156 Dilihat
PT Merdeka Battery Materials Tbk
Sepanjang 2025, MBMA mencatat kinerja operasional yang solid.

KabarBaik.co, Jakarta – PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) sebagai langkah strategis merespons fluktuasi pasar sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang perseroan.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, MBMA menyiapkan dana maksimal Rp 1,7 triliun untuk aksi buyback tersebut. Jumlah saham yang akan dibeli kembali mencapai hingga 1,8 miliar lembar, mana yang tercapai lebih dahulu.

Program buyback ini dijadwalkan berlangsung mulai 17 Maret hingga 16 Juni 2026, atau dalam jangka waktu paling lama tiga bulan sejak keterbukaan informasi diterbitkan pada 16 Maret 2026. Perseroan juga membuka kemungkinan untuk mengakhiri program lebih awal dengan tetap mengacu pada ketentuan peraturan yang berlaku.

Direktur Utama MBMA, Teddy Oetomo, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk respons terhadap dinamika pasar sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan.

“Perseroan optimistis terhadap prospek pertumbuhan ke depan. Target produksi yang lebih tinggi di segmen pertambangan maupun hilirisasi nikel pada 2026 mencerminkan momentum pengembangan operasional yang terus berlanjut,” ujarnya, Rabu (18/3).

Sepanjang 2025, MBMA mencatat kinerja operasional yang solid. Perseroan pun optimistis tren pertumbuhan akan berlanjut pada 2026, terutama seiring peningkatan kapasitas produksi di sektor hilir nikel.

Pada tahun 2026, MBMA menargetkan produksi High Grade Nickel Matte sebesar 44.000 hingga 48.000 ton, meningkat signifikan dibanding realisasi 2025 yang mencapai 19.998 ton. Di sisi efisiensi, perseroan juga berhasil menurunkan biaya tunai Nickel Pig Iron (NPI) sebesar 9 persen secara tahunan (year-on-year) sepanjang 2025.

Upaya peningkatan efisiensi turut diperkuat dengan mulai beroperasinya Feed Preparation Plant (FPP). Fasilitas ini memungkinkan pengiriman slurry limonit melalui pipa dari tambang SCM untuk mendukung kinerja pabrik HPAL milik PT ESG New Energy Material di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park.

Ke depan, proyek strategis PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC) dengan kapasitas target 90.000 ton per tahun juga ditargetkan mulai mengoperasikan lini produksi (train) pertama pada semester II 2026.

Dengan berbagai penguatan operasional dan proyek yang mulai memasuki tahap produksi, manajemen MBMA meyakini kinerja perseroan akan terus tumbuh. Rencana buyback saham pun menjadi sinyal optimisme perusahaan dalam menjaga nilai dan stabilitas saham di tengah dinamika pasar.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.