Tebak Prospek Positif, Jajaran Direksi BCA Borong Saham BBCA Miliaran Rupiah

oleh -72 Dilihat
Ilustrasi gedung BCA
Ilustrasi gedung BCA

KabarBaik.co, Jakarta – Pergerakan saham sektor perbankan pada awal 2026 diwarnai fluktuasi, termasuk saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Di tengah kondisi tersebut, jajaran direksi perseroan justru tercatat melakukan penambahan kepemilikan saham, yang kerap dibaca pasar sebagai sinyal kepercayaan terhadap prospek jangka panjang perusahaan.

Berdasarkan data transaksi kuartal I 2026, sejumlah petinggi BCA melakukan pembelian saham dengan nilai yang signifikan. Di antaranya Hendra Lembong dengan nilai sekitar Rp 7,93 miliar, disusul Wakil Presiden Direktur John Kosasih sebesar Rp 4,37 miliar pada Maret 2026.

Selain itu, Vera Eve Lim tercatat menambah kepemilikan senilai Rp 3,84 miliar, sementara Direktur Santoso melakukan transaksi sekitar Rp 3,46 miliar pada periode yang sama. Managing Director Frenkie Candra Kusuma juga mengakumulasi saham senilai Rp 2,87 miliar sejak Maret 2025, serta Direktur Lianawaty Suwono yang membeli sekitar 300.000 saham senilai Rp 2,1 miliar pada akhir Januari 2026.

Aksi korporasi tersebut mencerminkan keyakinan internal manajemen terhadap fundamental dan kinerja perseroan ke depan, terutama di tengah dinamika pasar yang masih bergerak volatil.

Dari sisi valuasi, sejumlah analis menilai saham BBCA saat ini berada pada level yang relatif moderat. Mengacu pada rasio price to earnings (PER), saham BBCA diperdagangkan di kisaran 15 kali, yang mencerminkan ekspektasi pasar terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba.

Sebagai perbandingan, beberapa bank berbasis digital diperdagangkan pada valuasi yang lebih tinggi. Namun demikian, perbedaan tersebut juga mencerminkan karakteristik bisnis, profil risiko, serta potensi pertumbuhan masing-masing entitas.

BCA sendiri dikenal sebagai salah satu bank dengan kinerja yang konsisten, ditopang oleh basis dana murah (CASA) yang kuat, jaringan luas, serta kemampuan mencetak laba secara berkelanjutan. Hal ini menjadi faktor yang menjaga daya tarik saham perseroan di mata investor.

Pengamat pasar modal menilai, apabila kondisi pasar membaik dan valuasi kembali mendekati rata-rata historis, terdapat ruang penguatan harga saham BBCA. Meski demikian, investor tetap diingatkan untuk mempertimbangkan profil risiko dan kondisi pasar secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan investasi.

Dengan fundamental yang solid dan aksi akumulasi dari internal manajemen, saham BBCA dinilai tetap menjadi salah satu pilihan utama di sektor perbankan, khususnya bagi investor dengan orientasi jangka menengah hingga panjang.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.