Turun Cuma Sekali Setahun, Sudah Puluhan Tahun Mbok Yem Buka Warung di Atas Awan Gunung Lawu

oleh -555 Dilihat
warung gunung lawu
Foto Pinterest

KabarBaik.co- Siapa yang enggak tahu Gunung Lawu? Hampir semua orang, terutama di Solo Raya pasti tahu dengan salah satu gunung yang populer di Jawa Tengah ini. Namun, mungkin tak banyak orang tahu apa saja keistimewaan Gunung Lawu. Gunung dengan ketinggian 3.265 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini menjadi salah satu gunung favorit pada pendaki untuk ditaklukkan.

Gunung yang terletak di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah ini memiliki pemandangan yang tak kalah menarik untuk didaki. Mulai dari basecamp kalian langsung disuguhkan pemandangan pepohonan yang asri dan juga ada candi jika kalian melewati jalur Candi Cetho.

Jalur Candi Cetho merupakan salah satu obyek wisata yang ada di sekitar basecamp pendakian. Jika ada waktu, pendaki bisa sekalian mampir berwisata di candi yang diperkirakan peninggalan Majapahit ini.

Pemandangan yang asri akan terus sampai puncak. Sebelum puncak ada warung yang sangat terkenal di Gunung Lawu. Warung itu diberi julukan “warung di atas awan”. Karena warung tersebut berada di lokasi yang tinggi. Warung itu berjarak kurang lebih 100 m dari puncak Lawu. Pemilik warung itu adalah Mbok Yem.

Siapakah Mbok Yem?

Mbok Yem merupakan satu dari enam pemilik warung yang ada di kawasan Hargo Dalem, Gunung Lawu. Perempuan itu berasal dari Dusun Galih, Desa Gonggang, Poncol, Magetan.

Nama aslinya adalah Wakiyem. Sekitar tahun 2018, namanya mulai diberitakan media. Sosoknya sudah tak asing lagi bagi para pendaki Indonesia. Wanita berusia 63 tahun itu adalah pemilik warung yang berada di puncak Gunung Lawu. Letak warungnya tak biasa.

Mbok Yem memilih membuka rumah makan di tempat dengan ketinggian 3.150 meter di atas permukaan laut (mdpl) atau hanya selisih 115 mdpl dari puncak Gunung Lawu.

Mbok Yem membuka warung di Hargo Dalem untuk melayani para pendaki sejak 1980-an silam.Warungnya di Hargo Dalem dikenal dengan pecelnya yang legendaris.Dalam sehari, sedikitnya 200 pendaki yang mampir ke warung Mbok Yem. Momen Agustusan dan bulan Suro pembeli yang datang naik berlipat.

Mbok Yem turun hanya sekali dalam setahun. Biasanya dia turun saat Lebaran saja. Dia turun dibantu dengan menggunakan tandu. Maklum, kondisi fisiknya sudah tidak memungkinkan.

Mbok Yem sangat akrab dengan semua pendaki, Jadi banyak pendaki yang ingin sowan ke mbok yem. Meskipun beberapa bukan kebelakang lawu sempat kebakaran. Namun Mbok Yem tidak turun dan tetap tinggal diwarungnya yang diatas ketinggian 3.150 mdpl itu

 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Prabangasta Restu Rendra
Editor: Lilis Dewi


No More Posts Available.

No more pages to load.