KabarBaik.co, Sidoarjo – BMKG Juanda memprakirakan sebagian besar wilayah di Jatim didominasi cuaca berawan hingga hujan ringan pada Jumat (27/2). Kondisi ini dipengaruhi oleh aktivitas Monsun Asia dan fenomena Madden–Julian Oscillation (MJO) yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia.
Wilayah perkotaan seperti Surabaya dan Sidoarjo diprakirakan mengalami cuaca berawan sejak pagi. Hujan ringan berpotensi terjadi pada siang hingga sore hari, kemudian kembali berawan pada malam hari. Suhu udara berkisar antara 24 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 65 hingga 92 persen.
BMKG menjelaskan, Monsun Asia membawa massa udara basah dari wilayah Asia menuju Indonesia. Kondisi ini meningkatkan suplai uap air di atmosfer sehingga memicu terbentuknya awan hujan, terutama pada siang hingga malam hari.
Selain itu, fenomena Madden–Julian Oscillation (MJO), yakni gelombang atmosfer yang bergerak dari barat ke timur di sekitar wilayah tropis, turut memperkuat pembentukan awan konvektif. Dampaknya, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, bahkan disertai petir dan angin kencang, dapat terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur.
Beberapa daerah seperti Blitar, Bojonegoro, Lamongan, Lumajang, Probolinggo, dan Ponorogo berpotensi mengalami hujan ringan hingga hujan disertai petir pada siang dan sore hari. Kondisi ini juga dapat disertai angin kencang dan penurunan jarak pandang secara tiba-tiba.
Cuaca yang didominasi awan membuat suhu udara terasa relatif sejuk sehingga aktivitas masyarakat, termasuk yang menjalankan ibadah puasa, terasa lebih nyaman karena tidak terpapar terik matahari secara langsung.
Namun demikian, BMKG Juanda mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem hingga 28 Februari 2026. Masyarakat diharapkan memantau informasi cuaca terkini serta berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama saat terjadi hujan lebat, petir, maupun angin kencang. (*)






