Mengenal Siti Mafrochatin Ni’mah, Pimpinan Perempuan Pertama Utusan PKB di DPRD Banyuwangi

oleh -485 Dilihat
bwi
Siti Mafrocahtin Ni'mah saat memberikan keterangan kepada wartawan.(dok)

KabarBaik.co – Pimpinan DPRD Banyuwangi periode 2024-2029 resmi dilantik, Rabu (2/10). Susunan pimpinan periode ini relatif sama dengan periode sebelumnya.

Periode kali ini, Ketua DPRD Banyuwangi, diisi oleh Politisi PDI-P, I Made Cahyana Negara. Sementara tiga kursi wakil ketua diisi oleh politisi PKB Siti Mafrochatin Ni’mah, politisi Partai Demokrat Michael Edy Hariyanto, dan politisi Partai Golkar Ruliyono.

Made telah menduduki kursi ketua DPRD untuk ketiga kalinya secara berturut. Sementara Michael dan Ruliyono juga telah menduduki kursi pimpinan dewan pada periode sebelumnya.

Satu-satunya wajah baru dalam kursi pimpinan DPRD periode ini adalah Siti Mafrochatin Ni’mah. Dia sudah 3 kali menjadi anggota dewan dan pada periode sebelumnya dia menjabat sebagai ketua Komisi II.

Seusai pelantikan, perempuan yang karib disapa Ni’mah ini menyampaikan terimakasihnya kepada DPP PKB yang sudah mempercayakan amanah pimpinan dewan kepadanya. Apalagi ini adalah tonggak baru, pertamakali dalam sejarah PKB mengutus kader perempuan sebagai wakil pimpinan di DPRD Banyuwangi.

Oleh sebabnya, dia mengaku akan mengemban amanah ini dengan penuh tanggungjawab dan dedikasi tinggi.

“Jadi kedepan kami ingin mengupayakan anggaran lebih memihak kepada rakyat. Kami akan mengupayakan tahapan pembahasan anggaran lebih tertib lagi. Selanjutnya sinergitas eksekutif dan legislatif lebih baik lagi,” kata perempuan asal Kecamatan Giri ini.

Selanjutnya dia juga ingin berfokus pada program peningkatan kesejahteraan perempuan, mempertajam strategi pengentasan kasus stunting, peningkatan kualitas kesehatan begitupun dengan menekan kasus siswa putus sekolah.

“Kasus-kasus itu bisa ditekan, utamanya pendidikan sebagai investasi jangka panjang bisa lebih ditingkatkan lagi,” bebernya.

Lama di komisi II yang berfokus pada sektor pertanian, pada periode kali ini dia juga bakal tetap mengawal persoalan-persoalan pertanian. Melihat banyaknya persoalan di sektor pertanian sebetulnya membuatnya sangat prihatin.

Aturan Permentan nomor 10 tahun 2021 tentang pembatasan distribusi pupuk subsidi, kata dia, benar-benar membuat petani kesusahan. Hasilnya produk pertanian menjadi tidak bisa maksimal.

“Kami berharap pada pemerintah pusat anggaran agar berpihak kepada petani, karena bagaimanapun juga sumbangsih PDRB itu berada di pertanian,” tegasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.