Menhub Dudy Tuding Truk Logistik Biang Kemacetan Arus Mudik Pelabuhan Gilimanuk

oleh -115 Dilihat
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi.

KabarBaik.co, Banyuwangi – Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menuding truk logistik menjadi salah satu penyebab utama kemacetan horor di jalan menuju Pelabuhan Gilimanuk yang terjadi selama beberapa hari belakangan selama momen arus mudik.

Hal itu ia simpulkan setelah menggelar rakor lintas stakeholder di Pelabuhan Gilimanuk, Selasa (17/3) sore tadi.

“Jadi penyebab kemacetan yang terjadi adalah masih beroperasinya truk sumbu tiga ke atas yang mengangkut logistik,” kata Dudy.

Padahal dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri, pemerintah membatasi operasional truk sumbu tiga ke atas selama momen angkutan lebaran Idul Fitri.

Terutama di lintasan Jawa – Bali – Lombok, karena lebaran kali ini berbarengan dengan Nyepi. Menjelang Nyepi lintasan Ketapang – Gilimanuk maupun Padangbai – Lembar akan ditutup kurang lebih 37 jam pada 18 – 20 Maret.

Oleh karenanya Dudy meminta kepada pengusaha logistik untuk patuh terhadap SKB dan memahami situasi yang terjadi.
Dudy menyebut bahwa selama arus mudik di lintasan tersebut pemerintah memfokuskan pada bus dan kendaraan kecil.

“Kami tadi jelaskan prioritasnya adalah kendaraan kecil dan bus, karena penumpang kami prioritaskan. Kami meminta kepatuhan pengusaha logistik, terutama kendaraan sumbu tiga ke atas, sesuai SKB yang telah diterbitkan,” ujarnya.

Meski demikian, pemerintah tetap menyiapkan solusi bagi kendaraan logistik yang terlanjur berada di jalur saat nyepi berlangsung. Truk akan disiapkan buffer zone.

“Sopirnya akan kami seberangkan ke Banyuwangi, apabila nyepi sudah berakhir akan kami kembalikan lagi ke Bali, tanpa biaya,” bebernya.

Dudy mengatakan saat ini situasi arus lalu lintas menuju Pelabuhan Gilimanuk sudah mulai lancar. Memang semula sempat terjadi macet horor hingga 37 kilometer dalam beberapa hari belakangan, namun berkat skema Tiba Bongkar Berangkat (TBB) kepadatan sudah mulai berangsur terurai.

“Hasilnya sudah ada pengurangan jumlah kepadatan dari semula 20 km lebih, sekarang menjadi 8 km, dengan langkah itu harapannya sebelum penutupan nyepi kepadatan bisa diurai,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.