Menko PMK Pratikno Resmikan Katarak Center di RSUD Padangan Bojonegoro

oleh -90 Dilihat
eaf223b8 2767 446c 82a2 65c4b332cf40
Menko PKM dan Dirjen Kesehatan saat mengunjungi RSUD Padangan

KabarBaik.co – Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno meresmikan Katarak Center di RSUD Padangan, Bojonegoro. Peresmian dihadiri Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya serta sejumlah pejabat daerah dan pusat.

Dalam sambutannya, Pratikno menegaskan pentingnya pembangunan manusia unggul di Indonesia, termasuk dalam hal kesehatan dasar seperti penglihatan. Ia menyebutkan bahwa gangguan penglihatan, khususnya katarak masih menjadi masalah serius di tanah air.

“Kemarin kami mengikuti kegiatan cek kesehatan gratis. Ternyata, banyak masyarakat menderita gangguan gigi, mata, dan diabetes. Gangguan penglihatan di Indonesia juga cukup tinggi, tetapi jumlah tenaga ahli masih minim,” ujar Pratikno, Selasa (5/8).

Pratikno juga mendorong agar Pemkab Bojonegoro tidak hanya membangun infrastruktur kesehatan dengan memanfaatkan kekuatan APBD, tetapi juga mempersiapkan SDM yang kompeten di bidang medis.

“Dalam jangka pendek, dokter spesialis bisa ditugaskan berkeliling ke berbagai fasilitas kesehatan. Namun ke depan, harus ada upaya serius menyiapkan pendidikan dokter spesialis melalui beasiswa dengan syarat kembali mengabdi ke Bojonegoro,” imbuhnya.

Pratikno yang merupakan putra daerah asal Desa Dolokgede, Tambakrejo, juga menitipkan pesan kepada Bupati Bojonegoro Setyo Wahono agar setiap pembangunan infrastruktur tetap memperhatikan aspek kesehatan masyarakat.

“Dalam pembangunan jalan lingkar misalnya, perlu dipertimbangkan adanya jogging track sebagai sarana olahraga masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI Azhar Jaya menyampaikan bahwa pembangunan Katarak Center ini sangat relevan, mengingat katarak menjadi penyebab utama kebutaan di Indonesia.

“Sekitar 77 persen kasus kebutaan disebabkan oleh katarak. Angka kebutaan di Indonesia mencapai 3 persen, dan di Jawa Timur bahkan lebih tinggi yakni 4,4 persen. Maka, kehadiran Katarak Center ini sangat penting dan harus terus dikembangkan,” jelas Azhar.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengakui bahwa upaya meningkatkan pelayanan kesehatan di wilayahnya tidaklah mudah. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan tenaga medis spesialis.

“RSUD Padangan memiliki potensi menjadi rumah sakit rujukan regional. Namun, kami menghadapi kendala besar dalam pengadaan SDM. Kami sudah membuka lowongan untuk 10 dokter spesialis, tapi tidak ada yang mendaftar. Karena itu, kami mohon bantuan dari Kemenkes,” ungkapnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Deputi Koordinator Peningkatan Kualitas Kesehatan Kemenko PMK Sukadiono, jajaran Forkopimda Bojonegoro, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, serta sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Bojonegoro. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.