Mensos Gus Ipul Santuni 17 Wali Santri Ponpes Al Khoziny di Tahlil Akbar Syuhada PWNU Jatim

oleh -368 Dilihat
MENSOS GUS IPUL
Mensos RI Saifullah Yusuf menyerahkan bantuan kepada 17 wali santri Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, di Gedung PWNU Jatim, Sabtu (11/10).

KabarBaik.co- Suasana haru menyelimuti Gedung PWNU Jawa Timur saat Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyerahkan santunan kepada 17 wali santri Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Sabtu (11/10). Acara tersebut digelar dalam rangka “Tahlil Akbar Syuhada Al Khoziny” untuk mendoakan para santri yang wafat akibat musibah runtuhnya musala pesantren, pada 29 September 2025 lalu.

Didampingi Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Abdul Matin Djawahir, Pengasuh Pesantren Al Khoziny KH Abdul Salam Mujib, serta Asisten Administrasi Umum Setdaprov Jatim Dr HA Jazuli yang mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Mensos Gus Ipul menyerahkan bantuan sosial Rp 15 juta dan paket sembako kepada masing-masing keluarga korban.

Santunan tersebut disalurkan kepada wali dari 17 santri yang wafat. Di antaranya Moch Mashudulhaq, Firman Noor, Rafi Catur Okta, Afifuddin Zarkasi, A Rijalul Haq, M Azka Ibadurrohman, Daul Milal, M Reza Syfai Akbar, Moch Ali Sirojuddin, Moch Agus Ubaidillah, M Azam Habibi, Maulana Alfan Ibrahimavic, A Alby Fahri, Virgiawan Narendra S, Farhan, Wasiu Rohip, dan Arif Afandi.

“Alhamdulillah, kita bisa doa bersama dalam menghadapi musibah ini. Presiden memberikan perhatian sejak awal, dan kami di Kementerian Sosial menjalankan pendampingan keluarga mulai dari santunan, jaminan sosial, hingga pemberdayaan,” ujar Gus Ipul.

Pemulihan dan Pendampingan Keluarga Korban

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul juga menegaskan bahwa tahapan penanganan bencana telah berjalan sesuai prosedur. Mulai masa evakuasi, kedaruratan, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi. Pada tahap pemulihan, Kemensos menggandeng PWNU Jatim dan Pemprov Jatim untuk melakukan audit kelayakan bangunan pesantren, mengingat banyak pesantren tumbuh secara mandiri dengan pembangunan bertahap.

Selain santunan, Kemensos juga memberikan pemberdayaan ekonomi dan pendampingan psikososial bagi keluarga korban. Upaya itu dilakukan melalui asesmen kebutuhan, pelatihan keterampilan, serta bantuan modal usaha. “Misalnya ada yang ingin buka warung atau toko, nanti kami latih dulu dan bantu modalnya,” ujar Gus Ipul.

Sementara bagi santri yang selamat namun mengalami disabilitas, seperti Syehlendra Haical Aditya dan Syaifur Rosi Abdillah yang kini dirawat di RS Sidoarjo, Kemensos bekerja sama dengan Komisi Nasional Disabilitas untuk memberikan alat bantu seperti kaki dan tangan palsu, kursi roda, dan tongkat.

“Yang terpenting setelah ini adalah bagaimana santri-santri kita bisa bangkit kembali. Ini bukan akhir dari segalanya, tapi awal untuk meraih prestasi dengan semangat baru,” tambahnya.

Doa dan Harapan dari Ulama

Dalam suasana penuh keikhlasan, KH Abdul Matin Djawahir menyampaikan pesan menyejukkan kepada para keluarga korban. “Insya Allah, para santri Al Khoziny yang wafat adalah syuhada. Kita mungkin sedih, tapi mereka bahagia karena mendapatkan tempat mulia di sisi Allah. Musibah ini adalah nasihat bagi kita untuk belajar menerima ujian dengan sabar,” ujarnya.

Acara Tahlil Akbar yang diawali dengan Khotmil Qur’an, pembacaan Surah Yasin, dan tahlil bersama itu menjadi momentum duka sekaligus semangat kebersamaan warga NU dalam menguatkan keluarga santri dan memperkuat kepedulian sosial antarumat. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Haedy


No More Posts Available.

No more pages to load.