KabarBaik.co – Program penempelan stiker ‘Keluarga Miskin’ di rumah keluarga penerima bantuan sosial (KPM) di Kabupaten Bojonegoro menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Meski demikian, Kementerian Sosial (Kemensos) RI menyatakan dukungannya terhadap kebijakan tersebut sebagai upaya transparansi data dan mempermudah proses verifikasi penerima bantuan.
Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul saat kunjungannya ke Bojonegoro menilai langkah yang diambil Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sudah tepat. Namun, ia mengakui bahwa dalam pelaksanaannya kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan dampak psikologis dan sosial bagi penerima manfaat.
“Langkah itu saya kira efektif. Di daerah lain seperti Bengkulu juga menerapkan hal serupa dan hasilnya cukup efektif, karena penerima yang sudah tidak layak bisa melapor sehingga proses verifikasi data menjadi lebih akurat,” ujar Gus Ipul, Rabu (21/1).
Gus Ipul menjelaskan, setiap daerah memiliki kewenangan dan cara masing-masing dalam melakukan verifikasi data penerima bantuan sosial. Salah satunya adalah metode yang diterapkan di Bojonegoro dengan menempelkan stiker Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bertuliskan ‘Keluarga Miskin’.
“Karena sistem verifikasi dilakukan berbasis sistem, maka warga yang merasa sudah mampu dan tidak lagi membutuhkan bantuan diharapkan segera melapor,” tambahnya. Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Sosial telah menempelkan stiker pada 50.987 KPM dari total lebih dari 200 ribu KPM yang tercatat sebagai penerima bantuan sosial di wilayah tersebut. (*)







