Modal Kreatif Bernilai Ekonomis, DLH Nganjuk Siap Dampingi Warga Ubah Sampah Jadi Cuan

oleh -125 Dilihat
Ilustrasi TPST Kartoharjo Nganjuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos bernilai ekonomis
Ilustrasi TPST Kartoharjo Nganjuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos bernilai ekonomis

KabarBaik.co, Nganjuk – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang dalam melihat persoalan lingkungan. Masalah sampah dan limbah yang selama ini dianggap beban kini didorong agar dikelola secara kreatif menjadi peluang usaha bernilai ekonomi demi meningkatkan kesejahteraan warga.

Sekretaris DLH Nganjuk, Sumadi, menegaskan bahwa berbagai masalah lingkungan sebenarnya menyimpan potensi bisnis yang menjanjikan apabila dikelola dengan tepat.

“Limbah cair dari industri tahu, misalnya, dapat diolah menjadi pupuk cair. Begitu pula sampah plastik yang dapat dimanfaatkan melalui pengolahan maupun kemitraan dengan pihak usaha,” ujar Sumadi, Rabu (12/8).

Langkah inovatif ini merupakan bagian dari komitmen DLH Nganjuk dalam menggalakkan penerapan konsep ekonomi sirkular berbasis kemitraan masyarakat.

“Salah satu contoh konkritnya terlihat di TPST Kartoharjo, di mana pengolahan sampah organik dikembangkan secara masif menjadi produk kompos dan media tanam siap pakai.” Jelasnya

Menurut Sumadi, hasil olahan sampah organik tersebut memiliki prospek pasar yang cerah untuk mendukung sektor pertanian dan dekorasi.

“Kebutuhan tanaman untuk memperindah dan menyejukkan lingkungan dapat menjadi peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha pembibitan.” Paparnya

“Pohon juga memiliki manfaat penting dalam menghasilkan oksigen, menyaring debu, meredam kebisingan, dan menciptakan lingkungan yang lebih sejuk,” imbuh Sumadi

Guna mewujudkan kemandirian ekonomi berbasis lingkungan ini, DLH Nganjuk menyatakan siap memberikan dukungan penuh.

“Masyarakat maupun kelompok warga yang berminat mengembangkan kewirausahaan hijau dapat berkoordinasi langsung dengan DLH untuk mendapatkan fasilitasi berupa sosialisasi, edukasi, hingga pendampingan berkala.” Tandasnya

Sumadi kembali mengingatkan bahwa peluang bisnis peduli lingkungan memiliki cakupan yang sangat luas, mulai dari pengelolaan air, udara, tanah, hingga aspek sosial.

“‘Sejahtera bersama lingkungan’ menjadi semangat kami dalam mendorong keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Kami mengajak masyarakat untuk terus mengembangkan kreativitas dan inovasi dengan tetap menjaga kelestarian alam,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.