KabarBaik.co- Warna-warni kegiatan rakyat memperingati HUT ke-79 Kemerdekaan RI, terasa semarak di mana-mana. Tidak terkecuali di Kabupaten Gresik, Mojokerto, dan lainnya. Beragam event digelar di kampung-kampung hingga perkotaan. Mulai lomba-lomba, gerak jalan, karnaval hingga senam bersama.
Nah, terkadang event Agustuan itu juga berdampak pada kepadataan arus lalu-lintas kendaraan di titik-titik tertentu. Maklum, pelaksanaan kegiatan terkadang harus melewati jalan umum. Baik jalan poros desa, kecamatan, kabupaten maupun jalan nasional. Karena itu, pengguna kendaraan mesti memakluminya. Bahkan, transportasi umum seperti bus TransJatim sekalipun.
Pada Minggu (18/8) depan, misalnya. Bus Transjatim untuk Koridor III yang melayani penumpang dari Terminal Kertajaya Mojokerto menuju ke Terminal Bunder Gresik dan sebaliknya, terpaksa harus berhenti sekitar lima jam. Tidak melayani penumpang sementara. Setelah itu, smart bus itu bakal mengaspal kembali.
Informasi yang dihimpun KabarBaik.co, kebijakan penghentian sementara itu lantaran ada agenda gerak jalan dan karnaval. Titiknya di depan kantor Kecamatan Jetis, Mojokerto. Penghentian layanan transportasi publik selama 5 jam menjadi solusi. Jika memaksa bus tetap jalan, malah berpotensi merugikan para penumpang maupun operator bus. Sebab, dipastikan macet parah.
Pihak operator bus TransJatim memilih tidak mengambil rute alternatif. Pasalnya, setelah dikaji bersama, jaraknya lebih jauh. Mesti harus memutar ke kawasan Kemlagi. Waktu tempuh menjadi lebih lama. Dampaknya biaya operasional pun membengkak. Pun tentu tidak ada halte. Tentu, layanan bus akan kembali normal setelah event gerak jalan dan karnaval itu selesai.
Kondisi serupa tampaknya juga akan dialami bus TransJatim untuk Koridor IV, jurusan Terminal Bunder Gresik menuju ke Pelabuhan Paciran Lamongan dan sebaliknya. Pada Sabtu (17/8) mendatang, juga ada Karnaval Sembayat. Event tahunan memanfaatkan momen peringatan Kemerdekaan itu selalu meriah. Ribuan orang dipastikan tumpah-ruah. Pengunjung datang dari berbagai wilayah. Tidak hanya dari Kecamatan Manyar saja.
Nah, Karnaval Sembayat itu juga memanfaatkan sebagian jalan nasional. Tepatnya, jalur Daendels di kawasan desa setempat. Tentu saja, titik itu juga menjadi rute reguler bus TransJatim ‘’Joko Tingkir’’.
Namun, bisa jadi pengendara memilih jalur alternatif. Misalnya, dari Terminal Bunder menuju ke barat arah Lamongan Kota. Lalu, di pertigaan Deket Lamongan, belok kiri menuju ke wilayah Dukun Gresik. Selain itu, dari arah exit tol Manyar, setiba di pertigaan Desa Betoyo berbelok ke kiri, menuju kawasan Glagah Lamongan, kemudian belok kanan hingga tembus ke kawasan Dukun Gresik.
Flyer informasi pengalihan arus dampak Karnaval Sembayat tersebut sudah tersebar. Tepatnya, pada 17 Agustus 2024, pukul 13.00 WIB sampai dengan malam.
Untuk diketahui, Karnaval Sembayat menjadi salah satu event seru di Gresik. Para peserta karnaval berlomba-lomba menyajikan beragam replika unik dan menarik. Biasanya terbuat dari bambu. Ada naga, beragam binatang, hingga tokoh dalam pewayangan. Replika itu menjadi lebih indah lantaran berhias kerlap-kerlip lampu.
Lebih menggetarkan lantaran tidak sedikit peserta yang juga menggunakan seperangkat sound system ’’horeg’’. Biaya untuk membuat replika itu lumayan besar. Ada yang menelan dana Rp 20 juta sampai Rp 30 juta. Biaya itu semuanya hasil swadaya dari masing-masing RT. (*)








