KabarBaik.co, Surabaya – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menunjukkan langkah konkret untuk semakin dekat dan hadir di tengah masyarakat. Pada tahun ini, MUI Jatim melalui Komisi Pengembangan Dana Umat (PDU) menyiapkan program sosial berskala besar, salah satunya penyaluran bantuan sembako kepada 2.026 anak yatim dan kurang beruntung di berbagai daerah.
Angka 2.026 bukan sekadar bilangan biasa. Jumlah tersebut dipilih sebagai simbol dimulainya masa pengabdian kepengurusan baru PDU MUI Jawa Timur pada 2026. Program ini menjadi wujud nyata semangat berbagi yang ingin ditanamkan sejak awal periode kepengurusan.
Ketua Komisi PDU MUI Jawa Timur, KH Miftah Jauhari atau akrab disapa Gus Miftah, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih terus mematangkan konsep program sekaligus menyusun struktur kepengurusan. Proses tersebut dilakukan melalui komunikasi intensif dan penguatan ikatan emosional antaranggota.
“Pertemuan hari ini merupakan taaruf lanjutan. Kami ingin memastikan kepengurusan Komisi Pengembangan Dana Umat diisi oleh orang yang tepat, di tempat yang tepat, dan pada waktu yang tepat,” ujar Gus Miftah, Minggu (8/2).
Menurutnya, penguatan komunikasi internal menjadi kunci utama agar setiap pengurus dapat saling memahami karakter, kapasitas, serta peran masing-masing.
Prinsip musyawarah pun dikedepankan dalam penyusunan struktur organisasi.
Setiap anggota diberi ruang untuk menyampaikan pandangan, termasuk apabila merasa kurang sesuai dengan bidang yang ditempati atau ingin mengusulkan peran lain yang lebih relevan dengan kompetensinya.
Tak hanya membahas personalia, pertemuan tersebut juga menjadi momentum penting untuk memfinalisasi program awal PDU Jawa Timur. Agenda prioritas yang segera direalisasikan adalah pemberian santunan kepada anak yatim.
Awalnya, jumlah penerima bantuan direncanakan sebanyak 1.447 anak. Namun setelah melalui diskusi dan berbagai masukan, jumlah tersebut disepakati meningkat menjadi 2.026 anak.
“Program awal ini kami maknai sebagai langkah pembuka. Kami ingin masa khidmat dimulai dengan memberi dan menyantuni, khususnya kepada mereka yang paling membutuhkan,” kata Gus Miftah.
Ia berharap langkah awal ini dapat menjadi fondasi kuat bagi pelaksanaan program-program PDU Jatim ke depan agar lebih optimal, terstruktur, dan berkelanjutan.
Selain itu, PDU MUI Jawa Timur juga menegaskan komitmennya untuk membangun kolaborasi dengan berbagai lembaga zakat dan filantropi di wilayah Jawa Timur. Sinergi tersebut dinilai sangat penting agar program pemberdayaan umat dapat berjalan selaras dan saling menguatkan.
Dalam kepengurusan PDU Jatim, unsur narasi, aksi, dan donasi dijadikan sebagai tiga pilar utama. Karena itu, para pengurus dipilih dari kalangan yang memiliki pengalaman dan kapasitas di bidangnya masing-masing.
“Kolaborasi dengan lembaga zakat di Jawa Timur bukan lagi sekadar wacana, tetapi sebuah keniscayaan. Tantangan kami adalah memastikan sinergi ini berjalan harmonis dan tidak saling tumpang tindih,” tegas Gus Miftah.
Sementara itu, Wakil Ketua PDU MUI Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Mukhrojin, menambahkan bahwa penguatan organisasi menjadi fokus utama kepengurusan baru agar kinerja PDU dapat lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
“Kepengurusan kami susun sesuai keahlian masing-masing. Kami optimistis MUI Jawa Timur bisa bangkit dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi umat,” ujarnya.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang kuat, PDU MUI Jawa Timur berharap program-program yang dirancang mampu membawa manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok yang paling membutuhkan perhatian. (*)






