Muktamar NU Jadi Momentum Seniman Jombang Kenalkan Lukisan Pasir

oleh -77 Dilihat
Seniman Jombang Mohamad Akhiyak menunjukkan proses pembuatan lukisan pasir di studionya.(istimewa)
Seniman Jombang Mohamad Akhiyak menunjukkan proses pembuatan lukisan pasir di studionya.(istimewa)

KabarBaik.co, Jombang – Gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang menjadi momentum bagi pelaku seni lokal untuk memperkenalkan karya kreatif kepada para tamu dari berbagai daerah.

Salah satunya dilakukan seniman Jombang, Mohamad Akhiyak, melalui kegiatan open studio lukisan pasir yang digelar pada 23-31 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Studio Akhiyak, Perumahan Griya Mojokrapak Indah Blok D Nomor 6, Dusun Plumbon, Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Jombang.

Lewat open studio ini, pengunjung tak hanya bisa melihat karya lukisan pasir yang telah jadi. Mereka juga dapat menyaksikan langsung proses pembuatannya, mulai dari pemilihan pasir, penyusunan, penempelan, hingga membentuk gambar dengan perpaduan warna, tekstur, dan komposisi.

Pengunjung juga bisa berdiskusi langsung dengan Akhiyak mengenai ide, teknik, hingga tantangan dalam membuat lukisan pasir.

“Lukisan pasir memiliki karakter yang berbeda dengan lukisan pada umumnya. Pasir bukan hanya menjadi media, tetapi juga memberikan tekstur, warna, dan kesan alami pada setiap karya,” kata Akhiyak, Senin (24/8).

Akhiyak menjelaskan, membuat lukisan pasir membutuhkan ketelitian. Setiap butiran pasir memiliki karakter, warna, ukuran, dan tingkat kehalusan berbeda.

Karena itu, proses penyusunan material tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Setiap bagian harus diperhitungkan agar menghasilkan bentuk dan tekstur sesuai konsep karya.

Ketertarikan Akhiyak menggunakan pasir sebagai media seni bermula dari keinginannya mengeksplorasi material sederhana yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, pasir yang selama ini identik dengan kebutuhan pembangunan maupun lingkungan sekitar bisa memiliki nilai berbeda ketika diolah melalui kreativitas.

“Bagi saya, pasir adalah media yang sangat kaya. Dari material yang sederhana, kita bisa menciptakan karya yang memiliki nilai seni, pesan, dan identitas budaya,” ujarnya.

Karya-karya Akhiyak juga telah tercatat dalam Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dengan nomor pencatatan 00757133. Perlindungan tersebut berlaku selama 50 tahun.

Tak hanya mengejar keindahan visual, lukisan pasir yang dibuat Akhiyak juga membawa berbagai pesan. Beberapa karyanya mengangkat tema lingkungan, kehidupan sosial, budaya, hingga nilai-nilai yang berkembang di masyarakat.

Selain menjadi seniman, Akhiyak sehari-hari mengajar Seni Budaya di MAN 3 Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.

Latar belakang sebagai pendidik membuatnya turut menjadikan seni sebagai sarana pembelajaran bagi generasi muda.

Menurut Akhiyak, pendidikan seni tidak cukup hanya diberikan melalui teori. Siswa perlu diberi kesempatan untuk bereksperimen, membuat karya, sekaligus menemukan inspirasi dari lingkungan sekitar.

Lukisan pasir menjadi salah satu media yang digunakan untuk mengenalkan komposisi, warna, tekstur, ketelitian, dan kreativitas kepada para siswa.

“Sebagai guru Seni Budaya, saya ingin siswa tidak hanya mengenal seni dari buku, tetapi juga mengalami langsung proses berkarya. Mereka perlu memahami bahwa lingkungan sekitar dapat menjadi sumber inspirasi,” katanya.

Akhiyak berharap lukisan pasir dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari identitas seni Jombang.

Menurutnya, Jombang memiliki kekayaan budaya yang luas, mulai dari tradisi pesantren, kesenian lokal, kerajinan, hingga karya kreatif masyarakat.

Momentum Muktamar NU ke-35 pun dinilai menjadi kesempatan untuk mempertemukan karya seniman lokal dengan masyarakat dari berbagai daerah.

“Jombang memiliki banyak potensi seni dan budaya. Muktamar ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan bahwa Jombang tidak hanya dikenal sebagai kota pesantren, tetapi juga memiliki seniman dan karya kreatif yang layak diapresiasi,” ungkapnya.

Melalui open studio, para tamu Muktamar dapat melihat koleksi lukisan pasir sekaligus menyaksikan demonstrasi pembuatannya.

Akhiyak berharap kehadiran ruang kreatif tersebut bisa memberikan pengalaman berbeda bagi para tamu selama berada di Jombang.

“Para tamu yang datang ke Jombang tidak hanya dapat mengikuti rangkaian Muktamar, tetapi juga bisa mengenal sisi lain daerah ini melalui karya seni dan perjumpaan langsung dengan pelaku kreatif,” bebernya.

Menurutnya, keberadaan open studio juga menunjukkan bahwa identitas Jombang sebagai kota pesantren dapat berjalan berdampingan dengan perkembangan seni dan kreativitas masyarakat.

“Identitas Jombang sebagai kota pesantren dapat berjalan berdampingan dengan perkembangan seni,” pungkas Akhiyak.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.