Hasil AVC Women’s Continental 2026: Kalah 3-0, Indonesia Bingung Taklukkan Thailand

oleh -239 Dilihat
THAILAND INDONESIA
Skuad timnas voli putri Thailand.

KabarBaik.co, China- Mimpi Timnas voli putri Indonesia untuk membuat kejutan di Kejuaraan Voli Asia atau AVC Women’s Continental Championship 2026, akhirnya benar-benar kandas di hadapan Thailand. Sang juara bertahan menunjukkan kelasnya dengan mengalahkan skuad Garuda Putri tiga set langsung, 25-10, 25-18, 25-15, Senin (24/8) siang.

Bermain di Tianjin Olympic Center Gymnasium, Indonesia sebenarnya datang dengan modal kepercayaan diri setelah menundukkan Kazakhstan 3-0 pada laga pembuka. Namun, ketika berhadapan dengan Thailand, perbedaan kelas kedua tim terlihat begitu jelas.

Thailand langsung menguasai pertandingan sejak set pertama. Indonesia kesulitan mengembangkan permainan dan hampir tidak mampu memberikan tekanan berarti kepada lawannya.

Serangan Sasipaporn dan kawan-kawan menjadi salah satu sumber masalah terbesar bagi pertahanan Indonesia. Berulang kali serangan Thailand sulit dibendung, sementara upaya Merah Putih membangun serangan justru kerap dipatahkan blok maupun pertahanan Thailand yang tampil solid.

Set pertama pun berlangsung relatif singkat. Thailand menutupnya dengan kemenangan telak 25-10. Indonesia mencoba bangkit pada set kedua. Medio Yoku dan kawan-kawan sempat memberikan perlawanan lebih sengit dan mampu menyamakan kedudukan sebelum technical time out pertama.

Namun, momentum tersebut tidak bertahan lama. Thailand kembali menemukan ritmenya dan perlahan menjauh.  Beberapa kesalahan servis dan attack Indonesia ikut membuat Thailand semakin nyaman. Cover terhadap blok juga belum berjalan optimal sehingga sejumlah peluang untuk mempertahankan reli tidak mampu dimaksimalkan.

Di sisi lain, Arsela Nuari yang tampil impresif ketika Indonesia mengalahkan Kazakhstan juga tidak leluasa bergerak. Serangannya lebih mudah dibaca oleh pertahanan Thailand. Thailand akhirnya kembali merebut set kedua dengan skor 25-18.

Memasuki set ketiga, situasi tidak banyak berubah. Thailand langsung tancap gas dan memimpin 4-0, kemudian 6-1. Pelatih Indonesia, Marcos Sugiyama, beberapa kali mencoba mencari formula untuk menghentikan dominasi Thailand. Namun, permainan Thailand terlalu sulit dikendalikan.

Indonesia tidak pernah benar-benar mampu mengejar dan Thailand menutup pertandingan dengan kemenangan 25-15.  Kekalahan ini sekaligus memperpanjang dominasi Thailand atas Indonesia.

Dalam tujuh pertemuan kedua tim sepanjang dua tahun terakhir, Indonesia belum sekalipun berhasil meraih kemenangan. Thailand selalu keluar sebagai pemenang dengan skor 3-0 atau 3-1.

Hasil di Tianjin juga membuat Thailand semakin kokoh di puncak Pool B. Sang juara bertahan kini mengoleksi enam poin dari dua kemenangan, sedangkan Indonesia tetap mengantongi tiga poin dari satu kemenangan.

Wajib Menang atas Australia

Kekalahan dari Thailand membuat pertandingan terakhir Indonesia di fase grup melawan Australia pada 26 Agustus menjadi sangat penting.

Indonesia tidak lagi hanya membutuhkan kemenangan. Garuda Putri harus tampil meyakinkan dan sebisa mungkin menang dengan skor telak untuk memperbesar peluang lolos ke fase berikutnya, terutama dalam persaingan yang juga memperhitungkan rasio set dan poin.

Australia sendiri belum meraih kemenangan di Pool B. Mereka telah kalah 0-3 dari Thailand dan kembali tumbang 0-3 saat menghadapi Kazakhstan.

Situasi tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk mengamankan kemenangan pada laga terakhir.

Namun, persaingan belum sepenuhnya menjadi milik Indonesia. Kazakhstan juga masih memiliki peluang. Syaratnya, Kazakhstan harus mampu membuat kejutan dengan mengalahkan Thailand dan berharap perhitungan rasio set atau poin membawa mereka berada di atas Indonesia.

Karena itu, laga Indonesia kontra Australia menjadi pertandingan yang tidak boleh dilewatkan. Setelah gagal mengguncang sang juara bertahan, Garuda Putri kini menghadapi misi berbeda. Menang dan menang besar.

Jika Thailand terlalu tangguh untuk ditaklukkan, Australia adalah kesempatan Indonesia untuk memastikan perjalanan di AVC Women’s Continental Championship 2026 tidak berhenti hanya sampai fase grup.

Pertandingan Indonesia hidup-mati melawan Australia dijadwalkan berlangsung pada 26 Agustus. Hasil laga tersebut akan menjadi penentu penting nasib Indonesia di Pool B. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.