Outlander Disopiri Perempuan Mabuk Tabrak Pekerja Bongkar Muat hingga Tewas di Surabaya

oleh -180 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 23 at 7.22.38 PM
Polisi memeriksa Outlander yang terlibat kecelakaan (Istimewa)

KabarBaik.co, Surabaya — Kecelakaan beruntun terjadi di kawasan Gedung Negara Grahadi atau sepanjang Jalan Taman Hapsari hingga Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, pada Minggu (23/8) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB. Insiden ini melibatkan tiga kendaraan yakni Mitsubishi Outlander, taksi listrik Vinfast, dan pikap Mitsubishi L300.

Satu orang tewas dalam peristiwa ini. Korban adalah seorang pekerja bongkar muat yang sedang menaikkan barang ke kendaraan pikap miliknya saat ditabrak.

Tabrakan Pertama di Taman Apsari, Pelaku Kabur ke Gubernur Suryo

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya menjelaskan kecelakaan bermula saat Outlander bernopol L 1049 OO yang dikemudikan ENR, 32, melaju dari arah selatan menuju utara di Jalan Taman Apsari.

“Pada saat berbelok ke kiri, pengemudi kehilangan konsentrasi akibat pengaruh alkohol,” ujar Galih, Minggu (23/8).

Outlander kemudian menabrak taksi listrik Vinfast bernopol L 1611 UG yang sedang terparkir di sisi kanan jalan. Taksi tersebut dikemudikan FDK, 22. Bukannya berhenti dan bertanggung jawab atas tabrakan pertama, pengemudi Outlander justru terus melaju meninggalkan lokasi dan masuk menuju Jalan Gubernur Suryo.

Sesampainya di kawasan depan Alun-alun Surabaya, kendaraan tersebut menabrak RPK, 25, yang sedang menaikkan barang ke pikap bernopol L 9760 CJ miliknya yang sedang terparkir di pinggir jalan.

Korban Luka Berat, Nyawa Tak Tertolong

Akibat benturan keras tersebut, RPK mengalami luka berat dan segera dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU dr Soetomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, upaya tim medis tidak berhasil korban dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan.

Pelaku Tanpa SIM dan STNK, Di Bawah Pengaruh Alkohol

Dari hasil penanganan awal, polisi juga menemukan fakta lain yang memperberat posisi pengemudi. ENR diketahui mengemudi tanpa memiliki SIM maupun STNK.

Galih menegaskan bahwa hasil olah TKP sementara mengarah pada faktor kelalaian manusia (human error) sebagai penyebab utama kecelakaan beruntun ini.

“Penyebab utama kecelakaan adalah human error, yakni pengemudi mengendarai kendaraan tanpa konsentrasi di bawah pengaruh minuman beralkohol,” tegasnya.

Saat ini, polisi masih menangani kasus tersebut untuk mendalami seluruh rangkaian kejadian serta memastikan unsur pelanggaran apa saja yang telah dilakukan pengemudi. Insiden ini kembali menjadi peringatan keras bahwa mengemudi dalam keadaan mabuk bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan ancaman nyawa bagi siapa saja yang berada di jalan raya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.