KabarBaik.co, China — Timnas voli putri Indonesia kembali berhadapan dengan tembok besar di Kejuaraaan Voli Asia atau AVC Women’s Continental Championships 2026. Hari ini, Senin (24/8), skuad Garuda Putri akan melawan Thailand, juara bertahan yang secara peringkat dunia dan rekor pertemuan masih berada jauh di atas Indonesia.
Pertandingan Indonesia vs Thailand dijadwalkan berlangsung di Tianjin Olympic Center Gymnasium, China, mulai pukul 14.00 WIB. Laga ini menjadi ujian sesungguhnya bagi Indonesia di Pool B setelah membuka turnamen dengan kemenangan 3-0 atas Kazakhstan.
Di atas kertas, misi Indonesia memang superberat, kalau tidak bisa disebut kemustahilan. Thailand datang sebagai juara bertahan AVC Women’s Continental Championship dan salah satu kekuatan utama voli putri Asia. Federasi Bola Voli Internasional (FIVB) juga menempatkan Thailand jauh lebih tinggi dalam ranking dunia dibandingkan Indonesia.
Data ranking yang dipublikasikan menjelang turnamen menempatkan Thailand di peringkat dunia 18 dengan 192,3 poin, sedangkan Indonesia berada di peringkat 49 (77.96 poin) seusai mengalahkan Kazakhstan. Jarak tersebut menggambarkan besarnya kesenjangan pengalaman dan performa internasional kedua tim.
Namun, ranking bukan satu-satunya cerita. Catatan pertemuan terbaru juga menunjukkan dominasi Thailand atas Merah Putih. Dalam enam pertemuan terakhir, Thailand selalu berhasil mengalahkan Indonesia. Rangkaian dimulai dari dua kemenangan 3-0 pada SEA V League 2024, kemudian kemenangan 3-1 dan 3-0 pada SEA V League 2025, kemenangan 3-0 pada SEA Games 2025, serta kemenangan 3-1 atas Indonesia pada SEA V Cup 2026 leg pertama.
Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada 31 Juli 2026 dalam SEA V Cup 2026. Indonesia sempat memberikan perlawanan sengit, bahkan merebut set kedua melalui deuce dengan skor 34-32. Namun Thailand tetap keluar sebagai pemenang 3-1 dengan skor 25-21, 32-34, 25-21, dan 25-19.
Hanya berselang sepekan, kedua tim kembali bertemu pada leg kedua SEA V Cup di Chiang Mai. Kali ini Thailand tampil lebih dominan dan menyapu Indonesia 3-0 dengan skor 25-18, 25-17, dan 25-12.
Artinya, Indonesia bukan hanya menghadapi tim yang memiliki ranking dunia lebih tinggi, tetapi juga lawan yang dalam beberapa pertemuan terakhir terbukti mampu mengatasi permainan Merah Putih.
Ranking Boleh Jauh, Daya Juang Tak Boleh Padam
Meski statistik lebih berpihak kepada Thailand, Indonesia memiliki satu modal yang tidak kalah penting. Yakni, kepercayaan diri. Terlebih setelah menang atas Kazakhstan. Indonesia mengawali AVC Continental 2026 dengan kemenangan 3-0. Hasil ini membuat skuad asuhan Marcos Sugiyama mengantongi tiga poin dan berada di posisi atas Pool B bersama Thailand.
Sementara itu, Thailand juga memulai turnamen dengan kemenangan telak. Sang juara bertahan menundukkan Australia 3-0 pada pertandingan pembuka.
FIVB sendiri menyebut Thailand sebagai salah satu kekuatan mapan yang datang ke Tianjin dengan pengalaman dan reputasi besar. Thailand merupakan juara bertahan dan telah mengoleksi tiga gelar kontinental, sehingga kembali menjadi salah satu kandidat kuat juara pada edisi 2026.
Namun, justru karena tidak datang sebagai favorit, tekanan terbesar berada di kubu Thailand. Arneta Putri dan kawan-kawan dapat bermain lebih lepas, berani mengambil risiko, dan mencoba mengganggu ritme permainan sang juara bertahan.
Mencuri satu set dari Thailand saja sudah menjadi sinyal bahwa Indonesia mampu memberikan perlawanan. Jika mampu memaksa Thailand bermain dalam poin-poin ketat, peluang membuat kejutan semakin terbuka. Apalagi, pertandingan seperti ini dapat menjadi pengalaman penting untuk menghadapi lawan dengan level permainan lebih tinggi.
Hasil pertandingan melawan Thailand memang penting, tetapi bukan satu-satunya penentu perjalanan Indonesia di Pool B. Setelah menghadapi Thailand, Indonesia masih akan menjalani pertandingan melawan Australia pada 26 Agustus. Australia sendiri sudah kalah dua kali. Selain kalah dari Thailand, juga kalah 0-3 dari Kazakhstan pada pertandingan keduanya.
Dengan demikian, persaingan Pool B masih sangat terbuka. Thailand, Indonesia, dan Kazakhstan sama-sama mengoleksi tiga poin, sementara Australia belum mendapatkan poin.
Nah, jika Indonesia mampu membuat kejutan dengan mengalahkan Thailand, posisi Garuda tentu akan makin kuat. Namun jika harus mengakui keunggulan Thailand, peluang untuk melaju ke fase berikutnya belum otomatis tertutup. Indonesia wajib bangkit dan memburu kemenangan atas Australia.
Yang pasti, laga bisa disakaikan pada pukul 14.00 WIB, di Moji TV atau link Live Streaming di aplikasi Vido: https://vid.id/fhmefi
Di satu sisi ada Thailand, sang juara bertahan dengan ranking dunia jauh lebih tinggi dan rekor enam kemenangan beruntun atas Indonesia. Di sisi lain berdiri Garuda yang datang dengan semangat, kepercayaan diri, dan kesempatan untuk membuktikan bahwa jarak di atas kertas tidak selalu menentukan hasil di lapangan.
Ranking boleh berbicara. Head to head boleh berpihak. Tetapi bola tetap harus dimainkan. Hari ini, spirit Garuda akan diuji untuk melawan kemustahilan. (*)






