Muktamar NU Tinggal Hitungan Hari, Panitia Simulasikan Registrasi Berbasis RFID

oleh -120 Dilihat
Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq (Gus Rozaq), meninjau simulasi gladi kotor di pos pendaftaran muktamirin. (teguh)
Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq (Gus Rozaq), meninjau simulasi gladi kotor di pos pendaftaran muktamirin. (teguh)

KabarBaik.co, Jombang – Panitia Lokal Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan muktamar yang digelar di Jombang. Salah satunya dengan menggelar simulasi gladi kotor di pos pendaftaran muktamirin, Sabtu (22/8).

Ketua Umum Yayasan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sekaligus Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq atau Gus Rozaq, turut meninjau langsung jalannya simulasi tersebut.

Gus Rozaq mengatakan, simulasi dilakukan untuk menguji kesiapsiagaan seluruh divisi panitia dalam melayani kedatangan para utusan dari berbagai daerah.

“Karena pelaksanaan muktamar tinggal beberapa hari lagi, kami perlu memastikan seluruh personel memahami tugas dan alur pelayanan sesuai SOP,” ujar Gus Rozaq.

Menurutnya, gladi kotor menjadi bagian penting untuk mengantisipasi kendala saat ribuan muktamirin mulai berdatangan. Dari simulasi tersebut, panitia juga bisa mengetahui bagian mana yang masih perlu diperbaiki.

Hasil evaluasi sementara disebut cukup memuaskan. Namun, sejumlah catatan masih ditemukan dan akan segera diperbaiki sebelum pelaksanaan muktamar.

Panitia juga akan menggelar gladi bersih untuk memastikan seluruh fasilitas pendukung, mulai dari tenda hingga posko pelayanan, benar-benar siap digunakan.

Persiapan dilakukan di sejumlah titik vital. Di antaranya pos registrasi peserta, tower penginapan, akomodasi, hingga armada transportasi muktamirin.

Registrasi Muktamirin Pakai RFID dan QR Code

Sistem registrasi Muktamar ke-35 NU kali ini juga mengandalkan teknologi digital. Panitia menggunakan Radio Frequency Identification (RFID) dan kode QR untuk mempercepat proses validasi data peserta.

Data muktamirin nantinya diselaraskan dengan basis data resmi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Gus Rozaq menegaskan, pos registrasi menjadi tahapan awal yang sangat penting karena menjadi pintu masuk utama para muktamirin sebelum mengikuti rangkaian agenda muktamar.

Karena itu, pemeriksaan data dilakukan secara ketat. Peserta yang identitasnya tidak tervalidasi dalam data resmi dipastikan tidak dapat memasuki area utama kegiatan.

“Registrasi ini menjadi pintu masuk. Jadi kami harus memastikan data peserta benar-benar tervalidasi agar seluruh rangkaian muktamar berjalan tertib dan aman,” jelasnya.

Pengetatan sistem registrasi tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan sekaligus memastikan alur kedatangan ribuan muktamirin berlangsung lancar selama Muktamar ke-35 NU.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.