Musim Haji Bawa Berkah, Sarung Goyor Tenun Khas Jombang Diburu untuk Oleh-oleh

oleh -154 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 13 at 11.10.50 AM
Sarung goyor tenun khas Jombang mulai banyak diburu untuk oleh-oleh jemaah haji (Istimewa)

KabarBaik.co, Jombang – Musim haji tahun ini membawa berkah tersendiri bagi para perajin sarung tenun di Jombang. Salah satunya dirasakan pelaku usaha sarung goyor di Desa Penggaron, Mojowarno, yang mulai kebanjiran pesanan untuk kebutuhan oleh-oleh hingga suvenir jemaah haji.

Sarung goyor khas Jombang itu banyak dibeli jamaah untuk dibagikan kepada keluarga maupun tamu sepulang dari Tanah Suci. Salah satu pemilik usaha tenun, Siti Khoirul Uma, mengatakan pada musim haji kali ini pihaknya menerima pesanan sekitar dua kodi atau 40 potong sarung.

“Alhamdulillah untuk haji kali ini ada beberapa pesanan untuk persenan, oleh-oleh, dan suvenir,” kata Uma Rabu (13/5).

Menurut Uma, permintaan sarung goyor saat musim haji memang tidak seramai momen Ramadan dan Lebaran. Meski begitu, pesanan tetap berjalan stabil dan membantu roda produksi para perajin.

Sarung goyor produksi mereka dibanderol sekitar Rp 250 ribu per potong. Kain tradisional ini memiliki ciri khas motif bolak-balik yang tampak sama di kedua sisi kain. Selain itu, bahan kainnya dikenal nyaman dipakai di berbagai kondisi cuaca.

“Kalau musim panas terasa dingin, kalau musim dingin terasa hangat. Itu keutamaan sarung goyor,” ujarnya.

Usaha tenun yang berdiri sejak 29 Juni 2021 itu kini juga menjadi ruang pemberdayaan bagi ibu-ibu rumah tangga di sekitar desa. Awalnya, usaha tersebut dibangun untuk membantu perempuan yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Yang bekerja di sini semuanya ibu rumah tangga. Setelah pekerjaan rumah selesai, baru mereka ke sini untuk menenun,” ungkap Uma.

Tak hanya memproduksi sarung goyor, kelompok perajin di Desa Penggaron juga membuat berbagai produk tenun lain seperti kain dolby, kain warna alam, kain sintetis, selendang hingga blanket. Dalam sepekan, mereka mampu menghasilkan sekitar 15 potong sarung tenun.

Pemasaran produk masih banyak mengandalkan pelanggan lama dan penjualan langsung. Meski begitu, sarung tenun khas Jombang itu sudah merambah pasar luar daerah seperti Kalimantan hingga dibawa pembeli ke luar negeri, termasuk Singapura.

Uma berharap momentum musim haji bisa menjadi jalan untuk memperkenalkan sarung tenun tradisional Jombang ke pasar yang lebih luas sekaligus menjaga warisan budaya lokal tetap diminati masyarakat. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.