KabarBaik.co, Sidoarjo – Musim kemarau yang biasanya identik dengan cuaca panas dan langit cerah belum sepenuhnya terasa di Jatim. Pada Selasa (19/5) pagi, sejumlah wilayah justru diselimuti mendung dan udara kabur, bahkan beberapa daerah masih berpotensi diguyur hujan ringan.
Menurut prakiraan BMKG Juanda, kondisi tersebut dipengaruhi aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), yakni gelombang atmosfer yang mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia. Fenomena ini membuat cuaca di Jawa Timur masih cenderung lembap meski sebagian daerah mulai memasuki periode peralihan menuju musim kemarau.
Cuaca mendung dan udara kabur sejak pagi diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah seperti Kota Batu, Nganjuk, Magetan hingga Mojokerto. Sementara daerah lain seperti Surabaya, Sidoarjo dan Gresik masih didominasi cuaca cerah hingga cerah berawan pada pagi hari.
Memasuki siang hingga sore hari, BMKG Juanda memprakirakan potensi hujan ringan terjadi di sejumlah daerah, di antaranya Banyuwangi, Bondowoso, Kediri, Mojokerto, Sidoarjo hingga Lumajang. Sementara pada malam hari cuaca diperkirakan berawan, lalu kembali cerah berawan pada dini hari dengan peluang hujan ringan secara lokal.
Secara umum, suhu udara di Jawa Timur berkisar antara 13 hingga 37 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 54 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah utara dengan kecepatan 5 sampai 28 kilometer per jam.
BMKG Juanda mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun pengguna jalan pada pagi hingga sore hari. (*)






