KabarBaik.co, Hong Kong– Semangat perempuan Indonesia di perantauan menggema dalam peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU yang digelar Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Muslimat NU Hong Kong dan Macau, Sabtu (17/5). Ribuan jamaah yang mayoritas pekerja migran Indonesia (PMI) itu larut dalam suasana religius dan penuh motivasi saat Founder Pesantren Digipreneur Al Yasmin Surabaya, Hj Nur Cita Qomariyah, hadir memberikan tausiyah inspiratif tentang syukur, kebahagiaan, dan kemandirian perempuan.
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut turut dihadiri Hj Ucik Nurul Hidayati, pengasuh Pesantren Islahiyyah Pasuruan. Ketua PCI Muslimat NU Hong Kong dan Macau, Hj Fatimah Angelia, menyebut peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU tahun ini berlangsung luar biasa berkat semangat gotong royong para anggota Muslimat NU di luar negeri.
“Alhamdulillah, Harlah ke-80 Muslimat NU di PCI Hong Kong dan Macau sangat luar biasa. Kami bahagia sekali dengan kerja sama dan gotong royong yang saling mendukung dari ibu-ibu tangguh,” ujar Fatimah dalam keterangan tertulis yang diterima di Surabaya.
Dalam tabligh akbar tersebut, Hj Nur Cita Qomariyah yang juga dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya mengajak jamaah untuk tetap bahagia dalam menjalani kehidupan, termasuk di tengah tantangan hidup sebagai perempuan perantauan.
“Jadilah perempuan yang bahagia, yang mampu menjalani dan mensyukuri hari ini, tidak terlalu menyesali masa lalu dan tidak terlalu mengkhawatirkan masa depan. Jadilah Muslimat yang ber-DUIT, yakni Doa, Usaha, Ikhlas, dan Tawakkal,” tutur Cita disambut antusias jamaah.
Peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU di Hong Kong dan Macau berlangsung bersamaan dengan puncak peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya yang dihadiri Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU sekaligus Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, serta Ketua Umum PP Muslimat NU, Arifatul Choiri Fauzi.
Mengusung tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian dan Meneduhkan Peradaban”, peringatan harlah menegaskan peran strategis Muslimat NU, termasuk jaringan Pengurus Cabang Istimewa (PCI) di berbagai negara, dalam menyebarkan nilai ahlussunnah wal jamaah melalui tradisi keagamaan seperti sholawatan, istighosah, dan manaqiban.
Dalam sambutannya, Khofifah menilai keberadaan PCI Muslimat NU di luar negeri menjadi kekuatan penting dalam menjaga citra Islam moderat Indonesia di tingkat global. “Mudah-mudahan kita semua dianugerahi sehat lahir batin, sehat ekonomi, berkah, dan bahagia dunia akhirat,” ujarnya.
Sementara itu, Arifatul Choiri Fauzi menegaskan bahwa usia 80 tahun menjadi momentum kedewasaan organisasi Muslimat NU untuk semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi digital dan tantangan zaman.
Pada momentum harlah tersebut, Muslimat NU juga membacakan surat pernyataan dan imbauan perdamaian dunia kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar menghentikan perang dan mewujudkan perdamaian global. Pernyataan itu dibacakan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sebagai simbol komitmen Muslimat NU terhadap nilai kemanusiaan dan perdamaian dunia. (*)






