Nostalgia Kuliner di Jantung Kota Lama, 10 Regentstraat Hidupkan Eks Kantor Pos Kebon Rojo Jadi Ruang Sejarah

oleh -100 Dilihat
10 Regentstraat
Tempat ini bernama 10 Regentstraat, destinasi kuliner yang memadukan cerita masa lalu dengan sajian khas Nusantara.

KabarBaik.co, Surabaya – Ada cara baru menikmati kuliner di Surabaya. Bukan sekadar memanjakan lidah, tetapi juga menyelami jejak sejarah yang masih terjaga di balik dinding bangunan tua.

Di kawasan Kebon Rojo, sebuah gedung cagar budaya yang dulunya dikenal sebagai Kantor Pos kini bertransformasi menjadi ruang makan bernuansa heritage. Tempat ini bernama 10 Regentstraat, destinasi kuliner yang memadukan cerita masa lalu dengan sajian khas Nusantara.

Restoran ini menghadirkan pengalaman bersantap yang berbeda. Pengunjung dapat menikmati hidangan di tengah arsitektur kolonial yang tetap dipertahankan, dengan pencahayaan temaram yang menciptakan suasana hangat dan intim, seolah membawa kembali nuansa tempo dulu.

Nama “Regentstraat” sendiri memiliki akar sejarah yang kuat. Pada masa kolonial, kawasan ini merupakan bagian penting dari wajah lama kota. Angka “10” merujuk pada nomor bangunan yang kini dihidupkan kembali—menjadi penanda bahwa sejarah tidak benar-benar hilang, melainkan menunggu untuk diceritakan ulang.

Bangunan ini dulunya merupakan bagian dari Hogere Burgerschool (HBS) Soerabaja, sekolah elit era Hindia Belanda yang berdiri sejak 1875 dan pernah menjadi tempat belajar Soekarno. Seiring waktu, bangunan tersebut sempat beralih fungsi menjadi Kantor Pos Kebon Rojo, sebelum akhirnya direvitalisasi menjadi ruang publik yang hidup.

Kini, nuansa klasik itu tetap terasa kuat. Dinding-dindingnya dihiasi lukisan bangunan tua, lorong-lorongnya menghadirkan atmosfer masa lampau, hingga ruang VIP yang dirancang menyerupai potongan kecil sejarah yang masih bertahan. Tak hanya mengandalkan suasana, 10 Regentstraat juga menghadirkan ragam menu yang mengangkat kekayaan kuliner Nusantara dengan sentuhan nostalgia.

Beberapa hidangan yang ditawarkan antara lain Bitterballen sebagai camilan klasik peninggalan kolonial, Klappertaart dengan cita rasa autentik, serta aneka olahan ayam, bebek, seafood, hingga hidangan tradisional seperti Karedok.

Untuk minuman, sensasi tempo dulu juga dihadirkan melalui sajian seperti Limun Cap Badak yang menghadirkan rasa lawas penuh kenangan. Setiap menu seolah menjadi penghubung lintas generasi—menghadirkan cita rasa yang akrab dalam pengalaman yang berbeda.

Direktur PT Imperium Buana Sakti, Steffiani Setyadji, menegaskan bahwa konsep yang diusung bukan sekadar restoran, melainkan ruang yang menghidupkan memori kolektif kota.

Menurutnya, bangunan bersejarah memiliki cerita panjang yang sayang jika hanya menjadi artefak diam.

“Melalui pendekatan kuliner, masyarakat dapat merasakan sejarah secara lebih dekat dan relevan,” ujarnya di Surabaya, Sabtu (2/5).

Senada, CEO Pos Bloc Surabaya, Jimmy Saputro, menilai kehadiran ruang seperti ini menjadi langkah awal dalam menghidupkan kembali kawasan Kota Lama.

Ia menekankan bahwa revitalisasi tidak cukup hanya menjaga bangunan, tetapi juga menghadirkan aktivitas yang membuatnya kembali “bernapas”. Kuliner, menurutnya, menjadi pintu masuk yang efektif karena dekat dengan keseharian masyarakat.

Dengan harga yang relatif terjangkau, 10 Regentstraat membuka peluang bagi berbagai kalangan untuk merasakan sensasi bersantap di bangunan berusia ratusan tahun. Perpaduan antara cagar budaya, arsitektur kolonial, dan kuliner Nusantara menjadikan tempat ini lebih dari sekadar restoran.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.