NU Dilanda Arus Perubahan, Gus Yahya Luncurkan Buku Navigasi untuk Tata Ulang Peran dan Arah Strategis

oleh -374 Dilihat
BUKU NU
Kettua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf meluncurkan sebuah buku, Jumat (14/11) siang.

KabarBaik.coSebagaimana entitas lain, Nahdlatul Ulama (NU) juga tengah menghadapi gelombang perubahan terbesar dalam sejarah modern. Menghadapi ini, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) merilis sebuah “kompas strategis” baru melalui sebuah buku. Judulnya, Menavigasi Perubahan NU dan Pesantren.

Buku tersebut bukan hanya dokumentasi pemikiran. Namun, peta jalan yang dirancang untuk memastikan NU tidak sekadar hadir, melainkan berperan menentukan arah kehidupan keagamaan dan kebangsaan. Peluncuran buku digelar Jumat (14/11) siang, dalam Forum Kramat di Plaza PBNU, Jakarta. Selain Gus Yahya, jajaran pengurus PBNU, serta para pemikir dan akademisi NU juga hadir.

Buku setebal 337 halaman itu merupakan syarah atas dua matan tulisan Gus Yahya tentang NU dan pesantren: Peta Masalah Dunia Pesantren serta Konsolidasi, Sebuah Keharusan bagi NU. Sepuluh pakar NU dari berbagai disiplin ilmu dilibatkan untuk mengelaborasi dua gagasan utama tersebut.

Menurut Gus Yahya, buku ini penting sebagai panduan agar NU mampu bergerak secara strategis dalam menjawab persoalan keagamaan dan kebangsaan. Dia menekankan, sebuah organisasi sebesar NU harus dapat merumuskan visi, mengelola keadaan untuk mencapai tujuan, dan menggerakkan lingkungan di sekitarnya. “Kalau NU tidak bisa bertindak dan bergerak secara strategis, maka keberadaan NU tidak akan dianggap, wujuduhu ka adamihi,” tegasnya.

Dalam matan konsolidasi, Gus Yahya menawarkan tiga matra utama yang wajib dipenuhi NU. Yakni, konsolidasi tata kelola, sumber daya, dan agenda. Implementasi konsolidasi ini, lanjut dia, memerlukan aturan main baru yang memastikan setiap tindakan atas nama NU mengikuti prosedur demi menjaga integritas organisasi. “Ini pasti menimbulkan keluhan, tapi harus dihadapi dengan kepala dingin,” katanya.

Sementara dalam Peta Masalah Dunia Pesantren, Gus Yahya menguraikan perlunya integrasi pesantren ke dalam sistem melalui tiga klaster masing-masing pesantren sebagai lembaga pendidikan, pesantren sebagai pilar komunitas, dan pesantren dalam kaitannya dengan NU. Gus Yahya menekankan kebutuhan mendesak transformasi tata kelola pesantren melalui standarisasi infrastruktur, kurikulum, SDM, dan manajemen.

Syarah pemikiran Gus Yahya dalam buku ini ditulis oleh Ahmad Suaedy, Prof Ahmad Zainul Hamdi, Hasanudin Ali, Ahsanul Minan, Abdul Moqsith Ghozali, Badiul Hadi, Marzuki Wahid, Basnang Said, Nur Rofiah, dan Hisbullah Satrawi.

Penulis kata pengantar sekaligus Ketua PBNU, Prof Rumadi Ahmad, berharap buku ini dapat menjadi rujukan strategis bagi seluruh struktur NU. Dari mulai PBNU hingga ranting. “Buku ini memungkinkan kita melihat secara lebih jelas perubahan apa yang harus dihadapi NU dan pesantren serta bagaimana mengantisipasinya,” ujarnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.