Nyadran Balongdowo Sidoarjo Tergerus Zaman, Zahlul Yussar: Jangan Sampai Budaya Hilang Ditelan Sound Horeg

oleh -102 Dilihat
Nyadran Balongdowo, Sidoarjo yang kini dimeriahkan sound horeg. (Foto: Ist)
Nyadran Balongdowo, Sidoarjo yang kini dimeriahkan sound horeg. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Tradisi Nyadran di Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, Sidoarjo, menjadi salah satu warisan budaya masyarakat yang memiliki makna penting. Tradisi ini bukan sekadar pesta rakyat, tetapi bagian dari ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil laut sekaligus warisan budaya yang telah dilakukan secara turun-temurun.

Namun, seiring perkembangan zaman, nilai dan bentuk pelaksanaan Nyadran mulai mengalami pergeseran. Tradisi yang semestinya menjadi momentum untuk menjaga budaya dan rasa syukur masyarakat kini semakin identik dengan pawai sound horeg.

Pergeseran tersebut menjadi perhatian Sekretaris Komisi D DPRD Sidoarjo Zahlul Yussar. Ia menilai perkembangan hiburan dalam kegiatan masyarakat tidak boleh sampai menghilangkan akar budaya yang menjadi identitas Desa Balongdowo.

Menurutnya, Nyadran harus tetap dipahami sebagai tradisi masyarakat pesisir untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen laut. Karena itu, unsur budaya dan nilai yang terkandung di dalamnya perlu tetap dipertahankan meski zaman terus berkembang.

“Harapan kita kiblatnya dikembalikan lagi ke nilai tradisi yang sebenarnya. Jangan sampai budaya yang sudah menjadi identitas masyarakat justru bergeser karena mengikuti perkembangan zaman,” ujar Zahlul, kepada KabarBaik.co, Minggu (23/8).

Zahlul tidak mempersoalkan adanya hiburan dalam kegiatan masyarakat. Namun, ia meminta pelaksanaannya tetap mengacu pada aturan dan norma yang berlaku. Terlebih, dalam sejumlah pesta rakyat dengan parade sound horeg terkadang muncul persoalan seperti konsumsi minuman keras hingga penampilan yang dinilai kurang sesuai dengan norma masyarakat.

Karena itu, ia mendorong masyarakat menyesuaikan kegiatan dengan Surat Edaran (SE) Bupati Sidoarjo yang telah diterbitkan. Aturan tersebut diharapkan menjadi pedoman agar pesta rakyat tetap dapat berlangsung tanpa menghilangkan nilai budaya maupun mengganggu ketertiban.

Menurut Zahlul, pelestarian tradisi juga tidak harus bertentangan dengan kepentingan ekonomi masyarakat. Kegiatan Nyadran tetap dapat menjadi ruang bagi UMKM untuk berjualan dan mendapatkan manfaat ekonomi, selama pelaksanaannya ditata dengan baik.

“Jangan sampai kita melarang tapi tidak ada solusi. Antara bermanfaat atau tidak, itu tergantung dari kepanitiaannya,” katanya.

Ia berharap pemerintah desa bersama masyarakat dapat mengembalikan Nyadran pada nilai dan makna aslinya. Hiburan boleh berkembang mengikuti zaman, tetapi identitas budaya yang menjadi warisan leluhur jangan sampai ikut hilang.

Sebab, menjaga Nyadran bukan hanya mempertahankan sebuah tradisi tahunan, tetapi juga menjaga cerita, nilai dan identitas masyarakat Balongdowo agar tetap dikenal oleh generasi penerus.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.