Nyala Bang Jay, Troussier Mungkin Bakal Terusir

Editor: Hardy
oleh -396 Dilihat
Jay Idzes, salah seorang pemain Timnas Indonesia (istimewa)

BANG JAY! Bukan nama kedai. Bukan pula nama online shop. Atau nama sebuah warung bubur ayam atau bebek. Dalam beberapa hari terakhir ini, nama itu begitu populer. Andaikan dia nyaleg menjadi calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, boleh jadi perolehan suara si Komeng Uhuy pun lewat. Ha…ha…

Anda pasti sudah tahu nama itu. Bang Jay adalah Jay Idzes. Lidah kita mungkin sulit menyebut nama di belakang Jay tersebut. Maka, diambil mudahnya: Bang Jay. Kenapa bukan Cak Jay, panggilan khas Suroboyoan. Bang Jay rasanya lebih renyah daripada Cak Jay. Bisa-bisa keseleo lidah. Salah ucap jadi, Cap Jay.

Bang Jay menjadi salah seorang pemain yang disorot. Kamera tengah mengarah kepadanya. Tinta media banyak mengupasnya. Sejak hasil gemilang Timnas Indonesia melawan Vietnam di lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Baik saat bermain di Jakarta maupun di Hanoi, Vietnam. Si bintang emas dibantai habis. Cukur gundul. Nama Bang Jay pun trending topic di media sosial.

Awalnya, mungkin tidak banyak yang percaya Indonesia bakal menang. Lawan Vietnam. Seri atau draw pun sudah baik. Termasuk persepsi saya, yang masih pecinta bola kelas syariat. Belum hakikat. Apalagi makrifat. Indikatornya sederhana: Rekam jejak. Dari data, sudah 20 tahun, Indonesia gagal menang tandang lawan Vietnam.

Baca juga:  Duh, Persebaya Bingung Ernando Ari Tiba-Tiba Dipanggil Timnas Indonesia ke Vietnam

Lalu, materi pemain. Masih meragukan. Tingkat kepuasannya belum setinggi Pak Presiden. Stigma pemain timnas senior masih belum oke gazz. Anda mungkin sepakat dengan saya. Kalau timnas U-sekian, biasanya jempolan. Menangan, Membanggakan di level Asia Tenggara. Begitu masuk senior, seperti tiupan balon. Lama-lama kempes.

Kemudian, peringkat FIFA. Terentang cukup jauh. Meski bukan antara langit dan sumur. Tapi, saat ini Vietnam berada di peringkat 95. Sementara Indonesia di posisi 135. Jaraknya hampir seusia Gibran: 40.

Untuk bisa menyalip pemeringkatan FIFA tersebut, entah Indonesia masih butuh berapa kali pertandingan dunia. Dengan hasil menang dan menang. Mungkin butuh main setara dengan perolehan kursi PDIP, Golkar, atau Gerindra di DPR RI sekarang. Ha…ha…

Karena itulah, saat ada tebak skor di grup WA, saya tidak percaya diri. Untuk menempatkan timnas Indonesia sebagai pemenang. Kalaupun menebak menang, Anda sudah tahu jawabannya: Sama-sama Indonesianya. Semangat nasionalisme. Pun demikian saat bermain tandang ke Hanoi, Selasa (26/3) malam. Saya asal tulis saja: Indonesia 3-1 Vietnam. Eh, malah menang 3-0. Istimewa.

Baca juga:  Timnas Indonesia Dapat Kekuatan Baru, Thom Haye Keturunan Raja Keraton Yogyakarta Resmi Jalani Naturalisasi

Saya pun spontan melonjak-lonjak sendirian karena tidak sedang nobar. Anda mungkin juga begitu. Kemenangan ini sungguh hiburan. Menyegarkan. Di tengah sesak residu politik pasca Pemilu 2024.

Dan, bintangnya adalah Bang Jay. Dalam dua kali debutnya, penampilan Bang Jay terlihat tenang. Tenang-setenangnya. Bukan tenang karena pencitraan seperti para politisi jelang coblosan.

Lihatlah saat bermain di Stadion Gelora Bung Karno pekan lalu. Anda sudah pasti sudah tahu. Videonya sudah banyak beredar. Pun begitu pula saat menceploskan gol melalui sundulan kepalanya. Begitu tenang. Sebagai penggemar timnas Jerman untuk tim skala global, saya teringat gaya Miroslav Klose. Sundulannya itu Kelas Klose.

Saya pun dapat protes dari seorang wartawan gibol. Melalui WA, dia menyampaikan: Yang berkelas itu tendangan sudutnya Tom Lembong, eh Thom Haye. Saya pun menimpali sekenanya: Kelas karena nyundulnya miring mantul, kalau Liga 1 madep mumbul. Ha…ha….

Selain ketenangan menjaga jantung pertahanan dan disiplin, Bang Jay juga terasa memiliki jiwa leadership. Lihatlah, dia kerap berinisiatif berdialog dengan wasit. Tanpa raut murung. Membela rekan-rekannya.

Baca juga:  Prediksi Indonesia vs Jepang: Samurai Biru Favorit, Garuda Bisa Bikin Kejutan

Performance Bang Jay juga eye cathing. Rambutnya tampak klimis. Mungkin tidak lama lagi banyak industri sampho, minyak rambut, atau jungkat bakal merayunya. Mendekatinya. Untuk jadi bintang iklan. Ha…ha…

Soal Bang Jay berasal dari mana, tinggi dan berat badannya berapa, nomor sepatunya berapa, hingga umurnya, Anda lebih paham. Kalaupun belum tahu, tinggal Googling saja. Yang jelas, kita merindu dengan sosok seperti Bang Jay. Dulu, kita pun pernah euforia dengan nama Irfan Bachdim, walaupun terasa tidak selama kekuasaan Vladimir Putin.

Tentu, di luar Bang Jay, kita juga layak untuk memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para skuad Timnas Indonesia. Garuda teruslah terbang tinggi. Menggapai mimpi. Menjejak rumput stadion Piala Dunia. Menebar harum wangi cendana. Tak mudah berpuas diri. Asah terus kualitas dengan tetap berendah hati. Dengan nyala spirit Bang Jay!

Eh, tapi saya juga ikut kepikiran ini: Bagaimana nasib Philippe Troussier? Apakah Troussier bakal terusir? Mundur atau dipecat? Silakan tinggalkan komentar. (*)

M. Sholahuddin, wartawan tinggal di Kabupaten Gresik

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.