Berkah Ramadan! Harga Bahan Naik, Omzet Pedagang Es di Jember Melejit 10 Kali Lipat

oleh -67 Dilihat
Penjual es di Pasar Tanjung Jember. (Ist)

KabarBaik.co, Jember – Bulan suci Ramadan tahun ini membawa keberkahan bagi para pedagang bahan minuman di Pasar Tanjung, Jember.

Meski sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga, antusiasme masyarakat untuk berburu takjil segar justru membuat omzet pedagang melonjak drastis.

Salah satu primadona bahan es campur adalah kolang-kaling yang mengalami kenaikan harga paling signifikan. Saat ini, harganya menembus Rp 22.000 per kilogram, naik 50 persen dari harga normal Rp 15.000.

Yeni Agustin, salah satu pedagang di Pasar Tanjung menjelaskan bahwa kenaikan ini sudah terjadi sejak tingkat petani di awal Ramadan.

“Kolang-kaling dan rumput laut memang melambung karena pasokan dari petani terbatas sementara permintaan tinggi,” katanya, Sabtu (21/2).

Menariknya, kenaikan harga tidak menyurutkan minat pembeli. Yeni mengaku omzetnya meningkat hampir sepuluh kali lipat dibandingkan hari biasa.

“Kalau cuaca panas membuat orang lebih banyak mencari yang segar-segar untuk berbuka. Insyaallah tahun ini lebih ramai dibanding tahun lalu,” ungkap Yeni.

Untuk menjaga harga tetap kompetitif, Yeni mengambil stok cincau dan dawet langsung dari pabriknya di kawasan Gading Joyo, Tegal Besar. Statusnya sebagai distributor tangan pertama memungkinkannya menekan harga jual meski biaya bahan baku naik.

Kondisi ini juga dirasakan oleh pedagang musiman seperti Putri di Kecamatan Arjasa. Ia tetap semangat berjualan es campur meski modal yang dikeluarkan lebih besar.

“Selama kenaikannya masih wajar, pembeli tetap banyak. Namanya juga kebutuhan untuk berbuka,” tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.