KabarBaik.co – Pelaku usaha kecil di ruas Jalan Brotonegoro, Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, mengeluhkan penurunan omzet akibat proyek pembangunan jalan. Salah satunya dialami Rikha, pemilik warung kopi, yang mengaku pendapatannya merosot drastis hingga tinggal seperempat dari kondisi normal.
Rikha menyampaikan, sejak proyek dimulai, warungnya menjadi sepi pembeli. “Kalau semisal dari 100 persen, sekarang cuma 25 persen,m,” ujar Rikha saat ditemui di warung kopi miliknya, Senin (6/10).
Ia juga menuturkan keluhan serupa datang dari para pedagang lain di sepanjang jalur tersebut, mulai dari penjual sayur hingga pedagang madura. “Mulai lampu merah sampai sana ngeluh semua. Orang-orang ngomongnya ke saya toh, ini gimana,” katanya.
Rikha berharap pengerjaan proyek segera dirampungkan agar kondisi usaha warga kembali normal. “Intinya iku cepetkan aja, jangan medak kayak gini. Kalau sekarang masih mending karena jalan sudah dibuka. Kemarin itu jalan sudah ditutup, debu, sepi semua Mas,” ucapnya. Salah satu rekannya bahkan berniat pindah lokasi dagangan untuk sementara waktu.
Selain omzet menurun, Rikha juga harus menanggung biaya tambahan untuk menyiram halaman warungnya demi mengurangi debu pasalnya ia menggunakan air PDAM, sehingga membuat tagihannya membengkak. “Woh gak ngitung. Sampai ini tiap hari sama suami saya nyuci meja, kursi. Sepoloh lebih koyok e,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Koordinator URC Gresik Samsul Bahri mengatakan proyek jalan saat ini menunggu pemindahan utilitas yang masih berada di tengah jalan, seperti jaringan Telkomsel, wifi, dan tiang-tiang penyangga.
“Itu nunggu utilitas itu dipinggirkan semua. Kayak Telkomsel, wifi terus apa itu kan. Tiang-tiangnya kan masih di jalan semua. Itu nanti dipindahkan dulu, baru nanti minggu depannya di aspal,” katanya saat dihubungi.
Samsul juga menjelaskan bahwa dirinya telah meminta penyiraman jalan untuk mengurangi debu ditambah frekuensinya. “Tadi saya minta tambah lagi jadi pagi, siang dan sore. Jadi awalnya siang sama sore, lalu saya suruh tambahi,” katanya. Ia menegaskan jadwal pengerjaan proyek terakhir akan selesai pada 7 November mendatang.
Kepada para pelaku UMKM yang terdampak, Samsul menyampaikan permohonan maaf dan berharap kesabaran. “Ini juga nanti ke depannya untuk kemajuan UMKM wilayah sekitar. Kalau jalannya sudah bagus juga nantikan akan rame. Mohon kesabaran dan kesadarannya biar selesai dulu ini. Biar njenengan-njenengan yang UMKM ini biar rame lagi lah. Untuk sementara waktu bersabar dulu dan mohon kesadarannya,” tandasnya.
Ia berharap ketika proyek pembangunan Jalan Brotonegoro di Manyar Gresik ini sudah selesai, diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga dan meningkatkan geliat ekonomi setelah selesai.(*)







