PAD Jember Tembus Rp 1 Triliun, Gus Fawait Jadikan Pajak Instrumen Membangun Peradaban

oleh -62 Dilihat
IMG 20260122 WA0032
Bupati Jember, Gus Fawait. (Ist)

KabarBaik.co – Kabupaten Jember menorehkan pencapaian krusial dalam tata kelola fiskal daerah. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jember secara resmi menembus angka Rp 1 triliun, sebuah prestasi yang menempatkan Jember di peringkat ke-5 dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur, sekaligus posisi pertama di wilayah Karesidenan Besuki (Sekarkijang).

Capaian ini bukan sekadar keberhasilan angka, melainkan simbol pergeseran paradigma. Jember membuktikan bahwa peningkatan PAD yang signifikan dapat diraih tanpa harus menaikkan tarif pajak atau retribusi yang membebani masyarakat.

“Pajak dan retribusi tidak boleh menjadi alat yang mencekik masyarakat. Justru, keduanya harus dikelola sebagai instrumen untuk membangun peradaban dan meningkatkan kesejahteraan,” tegas Bupati Jember, Muhammad Fawait, Kamis (22/1).

Di tengah pengetatan fiskal nasional, Pemkab Jember di bawah kepemimpinan Gus Fawait justru mengambil langkah berani. Alih-alih menaikkan tarif, pemerintah daerah menerapkan insentif fiskal yang terukur dan berbasis data. Kebijakan ini mencakup penurunan retribusi pasar, penggratisan parkir, hingga pengurangan beban pajak pada momentum strategis.

Gus Fawait menekankan bahwa kebijakan ini bukanlah langkah populis tanpa perhitungan matang.

“Setiap kebijakan fiskal berbasis pada kajian ilmiah. Kami menghitung dampak terhadap aktivitas ekonomi dan kepatuhan wajib pajak. Saat masyarakat diberi ruang untuk bernapas, ekonomi bergerak, dan secara otomatis PAD akan ikut tumbuh,” jelasnya.

Pendekatan ini dinilai sangat otentik karena berani keluar dari pola lama. Keberhasilan ini mengandalkan analisis tajam, bukan sekadar intuisi atau kepentingan jangka pendek.
Rekayasa Kebijakan dan Kolaborasi Lintas Sektor

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jember, Achmad Imam Fauzi, menambahkan bahwa lonjakan PAD ini merupakan hasil dari rekayasa kebijakan fiskal yang presisi.

“Kami melihat insentif yang tepat justru memperluas basis penerimaan. Jadi, yang meningkat bukan tarifnya, melainkan tingkat partisipasi publik dan aktivitas ekonomi di lapangan,” ungkap Fauzi.

Keberhasilan ini juga didorong oleh hilangnya ego sektoral antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Gus Fawait berhasil melebur sekat birokrasi menjadi kolaborasi yang adaptif. “Target PAD adalah target bersama. Tidak boleh ada OPD yang berjalan sendiri-sendiri,” tambah Gus Fawait.

Model Kemandirian Fiskal Berkeadilan
Keberhasilan Jember melompat ke lima besar Jawa Timur menunjukkan kekuatan kepemimpinan yang konsisten. Perpaduan antara keberanian mengambil keputusan dan kemampuan menggerakkan birokrasi menjadi kunci utama.

Kini, Jember tidak hanya menjadi jawara fiskal di Sekarkijang, tetapi juga menghadirkan model kemandirian fiskal yang baru: mandiri secara ekonomi, rasional dalam kebijakan, dan tetap berkeadilan bagi rakyat kecil. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.