Panen Raya di Bojonegoro, Harga Gabah Dilaporkan Anjlok di Bawah HPP

oleh -46 Dilihat
Panen Padi Bojonegoro
Petani Bojonegoro saat memanen padi (Shohibul Umam)

KabarBaik.co, Bojonegoro – Masa panen raya yang biasanya menjadi momen panen keuntungan bagi petani, justru menghadirkan persoalan baru di Bojonegoro. Harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani dilaporkan jatuh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp 6.500 per kilogram.

Di sejumlah wilayah, gabah petani hanya laku di kisaran Rp 5.700 hingga Rp 6.300 per kilogram, sehingga memicu keluhan dari para petani yang berharap harga mengikuti acuan pemerintah.

Misbah, petani asal Kecamatan Sumberrejo, mengaku tidak memiliki banyak pilihan selain menjual gabah dengan harga yang ditawarkan tengkulak.

“Kita tahu harga gabah dari pemerintah infonya Rp 6.500, tapi ya mau gimana lagi, lakunya segitu. Tapi alhamdulillah masih untung,” ujar Misbah, Selasa (10/3).

Keluhan serupa disampaikan Kaklim, petani dari Desa/Kecamatan Gayam. Ia mengatakan harga gabah pada musim panen tahun ini berada di kisaran Rp 6.100 hingga Rp 6.300 per kilogram. Meski berada di bawah HPP, menurutnya harga tersebut masih lebih baik dibandingkan tahun lalu yang sempat turun di bawah Rp 6.000 per kilogram.

“Alhamdulillah tahun ini harganya lumayan stabil. Dari panen sekitar dua ton padi, sebagian saya jual dan sebagian lagi saya simpan untuk kebutuhan makan keluarga,” kata Kaklim.

Menariknya, kondisi berbeda justru terjadi di tingkat pengepul. Prapto, salah satu tengkulak gabah di Bojonegoro, mengaku harga jual gabah ke gudang Bulog saat ini justru berada di atas HPP, yakni sekitar Rp 6.800 hingga Rp 6.900 per kilogram.

“Gabah kering tahun ini saya setor ke gudang diterima dengan harga Rp 6.800 sampai Rp 6.900 per kg. Tahun lalu mentok di Rp 6.500, bahkan kadang turun sampai Rp6.200,” ungkapnya.

Menurut Prapto, ia membeli gabah dari sejumlah desa seperti Malingmati, Turi, Kalisumber, hingga Gamongan dengan harga Rp6.100 hingga Rp 6.300 per kilogram. Harga tersebut juga sudah termasuk potongan biaya panen menggunakan mesin atau kombi.

“Harga itu sudah termasuk dipotong biaya kombi,” jelasnya.

Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di Tuban yang juga sedang memasuki puncak panen raya. Di wilayah tersebut, harga gabah yang dijual petani kepada tengkulak masih berada di atas HPP pemerintah.

Pendi, petani asal Desa Pandanagung, Kecamatan Soko, Tuban, mengaku harga gabah di daerahnya berkisar Rp 6.600 hingga Rp 6.900 per kilogram.

“Alhamdulillah tahun ini meskipun kita jual ke tengkulak harganya masih di atas yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak Bulog Bojonegoro yang memiliki wilayah kerja Bojonegoro Tuban dan Lamongan, melalui Humas Agung B Setiaji belum memberikan tanggapan terkait turunnya harga gabah di tingkat petani yang berada di bawah HPP di Bojonegoro. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.