Pariwisata Gresik Diarahkan Menuju Wisata Sehat Lewat Kepemilikan SLS dan SLHS

oleh -16 Dilihat
WhatsApp Image 2025 10 16 at 10.02.47 AM
Kepala Disparekrafbudpora Saifudin Ghozali saat beri sambutan di acara pembinaan dan pendampingan pelaku usaha pariwisata (Muhammad Wildan Zaky)

KabarBaik.co – Wisata Gresik sedang diarahkan menuju standar baru yaitu wisata sehat. Para pengelola destinasi hingga restoran diminta menuntaskan kepemilikan Sertifikat Laik Sehat (SLS) dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Permintaan itu terucap dalam acara pembinaan dan pendampingan pelaku usaha pariwisata yang digelar Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Kabupaten Gresik di Gedung Nasional Indonesia (GNI), Rabu, (15/10).

Kepala Disparekrafbudpora Saifudin Ghozali mengatakan program ini adalah bagian dari pendampingan menuju wisata sehat.

“Kita datangkan DPRD dan juga Dinas Kesehatan. Nanti dalam kegiatan ini kalau ada saran atau masukan itu dinotulensikan dan akan menjadi bahan rekomendasi kegiatan,” ujarnya. Ia menambahkan, mayoritas pelaku wisata telah berproses untuk menyelesaikan administrasi sertifikasi standar operasional wisata sehat.

Dukungan juga datang dari DPRD Gresik. Anggota Komisi II Muhammad Kurdi menekankan bahwa pengembangan pariwisata bukan hanya tanggung jawab pemerintah.

“Kita sebagai pelaku usaha pariwisata mempunyai tanggung jawab moral dalam memajukan wisata di Kabupaten Gresik,” kata Gus Kurdi.

Gus Kurdi menyoroti soal tingkat kunjungan wisata ke Gresik menembus angka 4,3 juta orang per tahun. Ia juga membenarkan pernyataan dari Kepala Disparekrafbudpora Saifudin Ghozali yang menjelaskan bahwa sumbangan sektor ini terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) tak lebih dari Rp1–2 miliar. Namun yang dibidik dari sektor pariwisata menurutnya adalah perputaran ekonomi yang besar.

“Kalau dibandingkan dengan sumbangannya ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) itu tidak banyak, tadi pak kepala dinas mengatakan mentok di Rp 1-2 miliar atau setidaknya 1 lebih sedikit lah. Hanya saja ekosistem yang dibangun oleh dunia pariwisata itulah yang dibidik oleh dinas pariwisata,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa dengan ekosistem ekonomi yang dibangun oleh sektor pariwisata, harapannya adalah dapat mendongkrak perekonomian masyarakat lokal.

“Dengan potensi sebesar ini, harapannya bisa ditangkap sebagai peluang ekonomi dan bisnis. Tujuan wisata adalah bagaimana bisa mendongkrak ekonomi masyarakat di sekitar,” tandasnya.

Sementara itu, dari Dinas Kesehatan, Anik Luthfiyah, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, menegaskan pentingnya sertifikasi SLS dan SLHS. Sertifikasi ini, katanya, menjadi jaminan bahwa produk makanan yang disajikan destinasi wisata maupun restoran aman dikonsumsi wisatawan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Wildan Zaky
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.