KabarBaik.co, Surabaya – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Jawa Timur pada Februari 2026 menunjukkan tren yang terus bergerak positif. Tercatat sebanyak 23.775 wisman masuk melalui Bandara Juanda, mencerminkan geliat sektor pariwisata yang tetap tumbuh di tengah dinamika global.
Data tersebut disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur dalam rilis Berita Resmi Statistik di Surabaya, Rabu (1/4).
Pelaksana Tugas Kepala BPS Jatim, Herum Fajarwati, mengungkapkan bahwa angka kunjungan ini menjadi indikator penting pemulihan dan pergerakan sektor pariwisata di daerah.
Selain kunjungan wisman, BPS juga mencatat perkembangan sektor perhotelan. Pada Februari 2026, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Jawa Timur mencapai 43,06 persen. Angka ini menunjukkan tingkat hunian yang masih berada pada level moderat.
Menariknya, hotel bintang dua justru mencatatkan kinerja terbaik dengan TPK sebesar 45,05 persen. Capaian ini melampaui tingkat hunian hotel berbintang lainnya.
“TPK hotel bintang dua menjadi yang tertinggi pada Februari 2026. Hal ini menunjukkan adanya preferensi tamu terhadap akomodasi dengan harga yang relatif lebih terjangkau,” ujar Herum.
Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu (RLMT) asing di hotel berbintang tercatat sebesar 1,51 malam. Durasi tersebut mengindikasikan bahwa sebagian besar wisman yang datang ke Jawa Timur cenderung melakukan kunjungan singkat.
Tren serupa juga terlihat pada rata-rata lama menginap tamu secara keseluruhan, yang masih berada dalam rentang waktu relatif pendek. Kondisi ini mencerminkan karakteristik perjalanan wisata yang lebih banyak bersifat transit maupun kunjungan singkat.
Menurut Herum, perkembangan sektor pariwisata dan perhotelan sangat dipengaruhi oleh mobilitas wisatawan serta kondisi ekonomi, baik global maupun domestik. Karena itu, diperlukan strategi yang tepat untuk mendorong peningkatan jumlah kunjungan sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan.
“Peningkatan kualitas destinasi wisata serta promosi yang berkelanjutan menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Jawa Timur,” tuturnya.
BPS Jawa Timur secara rutin merilis data statistik pariwisata sebagai upaya memberikan gambaran terkini kondisi sektor pariwisata dan perhotelan. Data tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemangku kebijakan dalam meningkatkan daya tarik destinasi serta kinerja industri perhotelan di Jawa Timur.






