KabarBaik.co, Surabaya – Kondisi Pasar Unggas Keputran Selatan kini kian memprihatinkan. Sejak dilakukan pembongkaran bangunan utama oleh PD Pasar Surya, geliat ekonomi di pasar tersebut seolah lumpuh.
Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda pembangunan kembali, membuat para pedagang terpaksa bertahan di Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang jauh dari kata layak.
Pantauan di lokasi menunjukkan suasana pasar yang sangat sepi pengunjung. Salah seorang pedagang yang enggan disebut namanya mengeluhkan penurunan omzet yang drastis. Ia menyebutkan bahwa masa-masa sulit ini terasa kian mencekik sejak sebelum bulan puasa lalu hingga saat ini.
“Semenjak pasar dibongkar, omzet turun jauh. Padahal biasanya jelang puasa sampai setelah lebaran itu ramai-ramainya pembeli. Sekarang, mau cari penglaris saja susah,” keluhnya dengan nada kecewa, Minggu (3/3).
Kondisi Becek dan Bau Menyengat
Fasilitas TPS yang disediakan dianggap menjadi faktor utama enggannya pembeli masuk. Kondisi lantai yang becek saat hujan, ditambah aroma menyengat khas unggas yang terperangkap di ruang sempit, membuat kenyamanan pengunjung hilang.
“Pembeli itu malas masuk ke dalam TPS karena becek dan bau. Akhirnya mereka lebih memilih cari tempat lain yang lebih bersih,” tambahnya.
Semrawut Akibat Pedagang Meluber ke Jalan
Masalah tidak berhenti di situ. Akibat kondisi TPS yang tidak memadai, banyak pedagang yang enggan berjualan di dalam area penampungan. Sebagian besar memilih untuk menggelar dagangannya di area depan pasar hingga memakan bahu jalan.
Hal ini memicu kesemrawutan lalu lintas dan tata ruang di sekitar Keputran Selatan. Para pedagang berharap pemerintah kota melalui PD Pasar Surya segera merealisasikan pembangunan gedung pasar yang baru agar aktivitas jual beli kembali normal dan tertata.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola pasar belum memberikan keterangan resmi terkait kepastian jadwal pembangunan kembali Pasar Unggas Keputran Selatan. (*)







