KabarBaik.co – Pj Wali Kota Kediri Zanariah memberikan arahan kepada guru pendamping khusus sekolah inklusi TK, SD, dan SMP, pada Kamis (12/9) di Aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan.
Zanariah mengatakan sekolah inklusi merupakan pendekatan pendidikan yang memastikan bahwa semua anak termasuk yang memiliki kebutuhan khusus, mendapat kesempatan belajar yang setara di lingkungan pendidikan reguler.
Sejak tahun 2017, Kota Kediri telah membuka PPDB jalur inklusi di 8 SD negeri dan 3 SMP negeri. Seiring berjalannya waktu, bertambah pula sekolah yang mengimplementasikan pendidikan inklusi.
Pj Wali Kota Kediri menjelaskan sejak tahun 2017 hingga saat ini pasti ada banyak pengalaman yang dirasakan oleh para guru pendamping khusus.
Dalam melaksanakan sekolah inklusi baik itu tantangan, hambatan, sekaligus strategi dan praktek terbaik yang ditemukan secara otodidak atau hasil brainstorming bersama.
Melalui FGD ini para guru pendamping khusus dapat berbagi cerita dalam mengelola kelas. Supaya pengalaman dan strategi ini dapat melahirkan metode pembelajaran tepat di seluruh sekolah inklusi di Kota Kediri.
“Selain sharing session nanti juga akan ada sosialisasi dari Tim Unit Layanan Disabilitas. Saya harap seluruh peserta bisa berpartisipasi aktif. Semoga dari FGD ini dapat menghasilkan rekomendasi konstruktif dan terdeteksi kebutuhan apa saja yang perlu segera dipenuhi,” jelasnya. (*)







