PCNU Jombang Gaungkan Gerakan 3 Jam Tanpa HP, Ini Rekomendasi Lengkap Muskercab II

oleh -76 Dilihat
IMG 20260504 WA0006
Muskercab II PCNU Jombang. (Foto: Istimewa)

KabarBaik.co, Jombang – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang merumuskan sejumlah rekomendasi strategis dalam Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) II masa khidmat 2024–2029. Kegiatan ini digelar di Gedung Serbaguna PCNU Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung.

Forum tersebut dihadiri ratusan peserta dari unsur Majelis Wakil Cabang (MWCNU), lembaga, badan otonom (Banom), hingga jajaran pengurus harian. Fokus pembahasan mencakup penguatan kemandirian ekonomi, komitmen sosial, serta sikap organisasi menjelang Muktamar NU ke-35.

Koordinator Steering Committee Muskercab II, Sholahuddin Fathurrahman, mengatakan hasil forum ini akan menjadi pedoman khidmah bagi seluruh elemen organisasi di Jombang.

“Salah satu fokus utama adalah penataan aset jam’iyah sebagai fondasi kemandirian organisasi. Seluruh tingkatan kepengurusan wajib melakukan verifikasi, inventarisasi, dan sertifikasi aset,” kata Sholahuddin, Senin (5/5).

Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan kejelasan status hukum aset sekaligus mencegah potensi peralihan kepemilikan.

Di sektor ekonomi, PCNU Jombang menyiapkan sejumlah langkah konkret. Di antaranya memperkuat sinergi dengan Pemerintah dalam pemberdayaan UMKM dan akses alat produksi pertanian.

Selain itu, pembentukan Himpunan Petani NU serta paguyuban UMKM hingga tingkat ranting juga menjadi strategi penguatan ekonomi berbasis akar rumput. Gedung Serbaguna PCNU di Mojoagung pun akan dioptimalkan sebagai pusat aktivitas ekonomi kreatif dan intelektual.

Pada bidang sosial, PCNU Jombang menyatakan kesiapan menjadi mitra pemerintah dalam percepatan penanganan stunting, pengentasan kemiskinan, hingga peningkatan ketahanan pangan.

Salah satu rekomendasi yang menjadi sorotan adalah Gerakan ‘Telung Jam Lali HP’ atau tiga jam tanpa gawai, yang diusulkan diterapkan setiap pukul 17.00 hingga 20.00 WIB. “Kita sedang menghadapi krisis karakter. Gerakan ini menjadi upaya mengembalikan anak-anak ke meja belajar dan aktivitas spiritual,” ujarnya.

Selain itu, warga Nahdliyin juga didorong menghidupkan budaya hidup sehat melalui gerakan rutin seperti Jumat Bersih dan Jumat Sehat.

Menghadapi Muktamar NU ke-35, PCNU Jombang menekankan pentingnya menjaga integritas dan marwah organisasi. Salah satu usulan yang mengemuka adalah penetapan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) sebagai Majelis Tahkim Aly untuk menyelesaikan sengketa mandataris secara adil.

PCNU juga membuka ruang bagi figur profesional dan pengusaha non-pesantren untuk terlibat dalam kepemimpinan, selama memenuhi kriteria organisasi.

Di sisi lain, PCNU Jombang berkomitmen menjadi stabilisator dalam dinamika nasional dengan mengedepankan ukhuwah serta menempatkan kepentingan jam’iyah di atas kepentingan politik praktis.

Untuk menjaga ketertiban sosial, PCNU akan memperkuat kolaborasi dengan aparat penegak hukum dalam upaya pencegahan judi online, narkoba, dan kenakalan remaja.

Secara internal, seluruh pengurus diwajibkan mengikuti kaderisasi formal seperti PD-KPNU dan MKNU sebagai syarat profesionalitas dalam berkhidmah.

Tak hanya itu, peningkatan layanan unit usaha seperti rumah sakit NU dan BMT juga menjadi prioritas guna menunjang kesejahteraan jamaah. “Rekomendasi ini harus segera disosialisasikan hingga tingkat ranting agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkas Sholahuddin. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.