KabarBaik.co – Hujan deras yang mengguyur wilayah Waru, Sidoarjo, pada Minggu (4/1) 15.00-21.00 WIB menyebabkan banjir di sejumlah titik. Genangan air mulai terlihat dan bertahan dari malam hari hingga pagi ini.
Saat malam hari genangan banjir menutup sebagian Jalan Raya Tropodo. Kondisi terparah terjadi di kawasan Perumahan Wisma Tropodo. Air merendam jalan masuk Wisma Tropodo dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa.
Hingga Senin (5/1) pagi, genangan masih belum sepenuhnya surut dan mengganggu aktivitas warga.
Tak hanya warga, banjir juga memukul pendapatan pedagang kecil di sekitar lokasi. Lapak-lapak yang biasanya ramai terlihat sepi karena akses jalan tergenang dan warga memilih tidak keluar rumah.
Taura, 26 tahun, pedagang cimol pedas Bandung, mengaku omzet dagangannya turun tajam sejak banjir melanda. Ia mengatakan, kondisi banjir membuat pembeli enggan mendekat ke lokasi jualannya.
“Airnya tadi malam tinggi, sampai selutut. Orang-orang jadi malas keluar rumah, akhirnya yang beli juga jarang. Biasanya ramai, sekarang pendapatan turun sekitar 50 persen,” ujar Taura saat ditemui di lokasi.
Menurut Taura, banjir di kawasan Wisma Tropodo bukan kejadian baru. Setiap hujan deras turun, genangan hampir selalu muncul. Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan pembenahan, khususnya pada saluran drainase di titik-titik rawan.
Hal senada disampaikan Siti, 46 tahun, pedagang es yang berjualan tak jauh dari lapak Taura. Ia menyebut banjir saat musim hujan sudah menjadi tantangan rutin bagi pedagang kecil.
“Kalau hujan deras sampai banjir, dagangan pasti sepi. Orang malas keluar karena jalan becek dan tergenang. Harapannya saluran air bisa dicek dan diperbaiki supaya tidak terus begini,” kata Siti.(*)







