Pelayanan Kesehatan di Sidoarjo Dinilai Belum Merata, DPRD Desak Penambahan Puskesmas

oleh -186 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 21 at 12.09.26 PM
Sekretaris Komisi D DPRD Sidoarjo Zahlul Yussar (Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Ketersediaan fasilitas kesehatan tingkat pertama di Sidoarjo kembali menjadi sorotan serius. Komisi D DPRD Sidoarjo menilai jumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada saat ini masih jauh dari kata ideal untuk melayani kebutuhan masyarakat yang terus bertambah.

Berdasarkan data yang dihimpun, idealnya Sidoarjo memiliki sekitar 60 hingga 72 unit Puskesmas jika mengacu pada rasio jumlah penduduk dan kebutuhan pelayanan di masing-masing kecamatan. Namun hingga kini, jumlah Puskesmas yang tersedia baru mencapai 32 unit.

Sekretaris Komisi D DPRD Sidoarjo, Zahlul Yussar, menegaskan bahwa pihak legislatif terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur kesehatan agar pelayanan masyarakat bisa lebih merata dan maksimal.

“Harapan kami memang setiap tahun ada pembangunan yang signifikan, setidaknya satu atau dua Puskesmas baru per tahun. Sebagai bagian dari Badan Anggaran (Banggar), kami mengawal betul pemenuhan target ini,” ujarnya pada KabarBaik.co, Kamis (21/5).

Menurut Zahlul, pembangunan Puskesmas tidak bisa dilakukan secara seragam di seluruh wilayah. Pemerintah daerah harus mempertimbangkan kepadatan penduduk serta luas wilayah di masing-masing kecamatan agar pembangunan lebih tepat sasaran.

“Kebutuhannya tergantung luas wilayah dan jumlah penduduk. Contohnya seperti di Waru atau Taman yang padat tentu membutuhkan unit lebih banyak. Sementara di Tanggulangin saat ini baru ada satu di wilayah barat, sedangkan wilayah timur belum memiliki. Ini yang perlu kita kaji ulang dan bangun sesuai kapasitas,” tambahnya.

Tak hanya fokus pada penambahan jumlah, Komisi D DPRD Sidoarjo juga mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan. Salah satunya dengan menaikkan status sejumlah Puskesmas tipe D menjadi Puskesmas rawat inap, bahkan dikembangkan menjadi rumah sakit tipe C maupun tipe D.

Di sisi lain, progres pembangunan RSUD Sedati juga terus dipantau. Meski sebelumnya sempat terkendala kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, kini Pemkab Sidoarjo disebut telah menemukan solusi melalui penganggaran dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) untuk kebutuhan Feasibility Study (FS).

“Insyaallah tahun depan tahap pembangunan fisik untuk RS Sedati sudah bisa dimulai berjalan dengan baik,” pungkas Zahlul. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.