Pemain Putra Jaya Pasuruan yang Lakukan Tendangan Kung Fu Disanksi Seumur Hidup

oleh -328 Dilihat
Screenshot 2026 01 05 205116
Saat pemain Perseta 1870 kena tendangan kung fu dari pemain Putra Jaya Pasuruan (Tangkapan layar)

KabarBaik.co – Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jatim mengambil langkah tegas dalam menegakkan sportivitas di lapangan hijau. Pemain Putra Jaya Pasuruan, Muh. Hilmi Gimnastiar (NPG 23), resmi dijatuhi hukuman larangan beraktivitas dalam dunia sepak bola seumur hidup akibat tindakan kekerasan fatal dalam pertandingan Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025-2026.

Ketua Komdis PSSI Jatim Makin Rachmat mengonfirmasi keputusan tersebut usai sidang disiplin yang digelar di Surabaya. la menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan pelaku sudah di luar batas kewajaran olahraga.

“Berdasarkan pemeriksaan fakta di persidangan, saudara Muh. Hilmi Gimnastiar terbukti melakukan pelanggaran berat berupa kekerasan (violent conduct). la menendang pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha Ardhiansyah, yang mengakibatkan korban mengalami luka parah di bagian dada dan berpotensi cacat permanen,” ujar Makin pada Selasa (6/1).

Insiden tersebut terjadi pada laga babak 32 besar Grup CC di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1). Makin menambahkan bahwa sanksi berat ini merujuk pada Pasal 48 Jo. Pasal 49 Kode Disiplin PSSI mengenai tingkah laku buruk dan kekerasan.

Sanksi Berlapis untuk Efek Jera

Dalam amar putusannya, Komdis PSSI Jatim menjatuhkan tiga poin keputusan utama bagi Muh. Hilmi Gimnastiar:

1. Menyatakan pemain bersalah melanggar Pasal 48, 49, 10, dan 19 Kode Disiplin PSSI 2025.

2. Memberikan sanksi denda administratif sebesar Rp 2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah).

3. Memberikan hukuman tambahan berupa larangan beraktivitas di lingkungan sepak bola seumur hidup.

“Keputusan ini diambil untuk memberikan efek jera sekaligus pelajaran keras bagi seluruh pemain. Kami tidak memberikan toleransi terhadap tindakan yang mengancam nyawa atau karier sesama pemain. Sepak bola harus menjunjung tinggi nilai kemanusiaan,” tegas Makin.

Meski demikian, pihak Komdis memberikan ruang bagi pemain yang bersangkutan untuk mengajukan banding sesuai dengan regulasi yang berlaku. PSSI Jatim berharap insiden serupa tidak kembali terulang demi kemajuan sepak bola nasional, khususnya di wilayah Jawa Timur. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.