Pembongkaran Makam di Bojonegoro Jadi Misteri, Pelaku Kabur Saat Dipergoki Warga

oleh -451 Dilihat
IMG 20260325 WA0012 scaled
Petugas kepolisian Dander Bojonegoro memeriksa makam yang rusak. (Foto: Shohibul Umam)

KabarBaik.co, Bojonegoro – Warga Desa Sumberarum, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, digegerkan oleh aksi misterius pembongkaran makam yang terjadi pada Rabu dini hari (25/3) sekitar pukul 01.00 WIB. Peristiwa tersebut berlangsung di area pemakaman umum Boto Putih dan hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar.

Aksi tersebut beruntung berhasil digagalkan setelah seorang warga yang melintas memergoki pelaku. Saat cahaya senter diarahkan ke lokasi, pelaku yang diduga tengah menggali makam langsung menghentikan aksinya dan melarikan diri ke kegelapan malam.

Makam yang menjadi sasaran diketahui milik DAR, warga Desa Kunci, Kecamatan Dander. Berdasarkan keterangan, almarhumah meninggal pada Kamis Pon (12/3) dan dimakamkan pada sore hari yang oleh masyarakat Jawa dianggap telah memasuki malam Jumat Wage.

Kapolsek Dander, Iptu Warsito, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa tanda nisan makam korban terlihat dicabut, menandakan adanya upaya penggalian oleh pihak tak dikenal. “Benar, ada upaya pembongkaran makam. Patok atau kayu nisan atas nama DAR sempat dicabut,” ungkapnya.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh warga bernama Orick Wijayanto yang melintas di sekitar lokasi. Ia melihat gerak-gerik mencurigakan di area makam sebelum akhirnya pelaku melarikan diri setelah tersorot senter. Setelah diperiksa, ditemukan bahwa salah satu makam telah digali. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

Hingga kini, motif pelaku belum diketahui secara pasti. Namun, beredar dugaan bahwa aksi tersebut berkaitan dengan praktik ilmu tertentu. Dalam kepercayaan sebagian masyarakat, jenazah yang meninggal pada hari dan pasaran tertentu seperti Kamis Pon atau malam Jumat Wage dipercaya memiliki unsur supranatural, sehingga makamnya biasanya dijaga hingga 40 hari.

Dalam kasus ini, makam korban diketahui tidak dijaga sejak pemakaman, yang diduga menjadi celah bagi pelaku untuk menjalankan aksinya. Hingga kini, polisi masih terus melakukan penyelidikan dan memintai keterangan sejumlah saksi guna mengungkap pelaku serta motif di balik kejadian tersebut.

Kapolsek Dander juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kembali mengaktifkan kegiatan ronda atau siskamling demi menjaga keamanan lingkungan. “Kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keamanan sekitar agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini
Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.