Pemerataan Layanan Kesehatan, Angka Kematian Ibu dan Bayi di Gresik Menurun

oleh -183 Dilihat
04ac2022 7fc9 4a32 9d97 fc366b413250
Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-60 di Kabupaten Gresik. (Foto: Ist/Pemkab Gresik)

KabarBaik.co – Upaya pemerataan layanan kesehatan di Kabupaten Gresik terus digencarkan pemerintah daerah. Hasilnya pun nyata. Antara lain bisa dilihat pada grafik Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang turun pada tahun 2024.

Hal tersebut terungkap saat peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60 yang mengangkat tema “Bergerak Bersama, Sehat Bersama”, di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro, Senin (23/12) kemarin.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, yang membuka acara tersebut menegaskan, pentingnya sosialisasi Universal Health Coverage (UHC) hingga pelosok desa. UHC merupakan jaminan kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat.

“UHC adalah bentuk komitmen pemerintah untuk menjamin akses layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat tanpa kendala finansial. Namun, saya masih menemukan masyarakat yang belum mengetahui program ini. Saya minta tenaga kesehatan untuk terus bergerak aktif mensosialisasikan UHC agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh semua kalangan,” tegas Gus Yani, sapannya.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Hal ini lantaran kesehatan merupakan kebutuhan primer bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kesehatan juga menjadi tolok ukur kualitas sumber daya manusia pada suatu daerah.

“Biaya layanan kesehatan memang sudah ditanggung pemerintah, tetapi tugas kita belum selesai. Petugas kesehatan harus terus meningkatkan mutu pelayanan, memastikan masyarakat mendapatkan pengalaman terbaik saat mengakses layanan kesehatan,” tambahnya.

Sebagai wujud nyata dukungan Pemkab Gresik terhadap sektor kesehatan, dalam kegiatan ini juga diserahkan berbagai bantuan fasilitas kesehatan. Antara lain:

  1. Satu unit mobil ambulans dan satu unit mobil jenazah untuk Rumah Sakit Umum Daerah Ibnu Sina Gresik.
  2. Empat unit mobil ambulans yang diberikan kepada empat puskesmas di Kabupaten Gresik.
  3. Enam unit puskesmas keliling roda dua, yang dirancang untuk menjangkau wilayah terpencil dan memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat.
  4. Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk puskesmas, sebagai bentuk penguatan legalitas operasional dan peningkatan akuntabilitas pelayanan kesehatan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Gresik, Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani, menegaskan peran penting PKK dalam mendukung penurunan angka stunting, Angka Kematian Ibu (AKI), dan Angka Kematian Bayi (AKB).

“PKK sebagai mitra pemerintah, melalui 10 program pokok PKK terus berperan aktif dalam memberikan edukasi kesehatan, mendorong peningkatan gizi keluarga, serta mendukung pelayanan kesehatan ibu dan anak. Semua ini dilakukan untuk memastikan keluarga di Kabupaten Gresik dapat hidup lebih sehat,” ujar Nurul Haromaini.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pencapaian target kesehatan nasional. PKK, kata dia, akan terus berkontribusi maksimal di tingkat desa dan kelurahan dengan pendekatan berbasis komunitas.

Sebagai informasi, peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-60 di Kabupaten Gresik diwarnai dengan berbagai kegiatan yang diikuti oleh insan kesehatan dan masyarakat. Di antaranya, lomba-lomba terkait kesehatan, upacara, kegiatan jalan sehat dan pameran kesehatan, serta khitan gratis di Rumah Sakit Gresik Sehati (RSGS).

Hingga saat ini, capaian kesehatan di Kabupaten Gresik tercatat, usia harapan hidup 73,5 tahun dari yang ditargetkan 72,9 tahun 2024. Untuk kematian ibu menurun dari 16 kasus, menurun dari tahun sebelumnya yakni 20 kasus. Angka kematian bayi 74 kasus, menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 97 kasus.Sedangkan angka prevalensi stunting 8,14 persen, dan pelayanan UHC sudah mencapai 100 persen.

Terakhir, disampaikan juga bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik memberikan perhatian khusus pada pelayanan kesehatan di Pulau Bawean berupa program beasiswa dokter spesialis, yang kini dimanfaatkan oleh tujuh dokter di pulau tersebut, sebagai upaya untuk mengurangi ketimpangan layanan kesehatan antara wilayah daratan dan pulau .

Dengan berbagai langkah strategis ini, Gresik berupaya memastikan bahwa layanan kesehatan yang berkualitas dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, baik yang berada di kota maupun yang berada di wilayah pelosok. Upaya ini diharapkan dapat mewujudkan kesehatan yang merata dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Gresik secara keseluruhan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.