Pemerintah Pacu Hilirisasi Perkebunan, Jawa Timur Jadi Tumpuan Swasembada Gula Nasional 2029

oleh -256 Dilihat
Jawa Timur memiliki posisi strategis karena menjadi sentra utama industri gula nasional.

KabarBaik.co – Pemerintah terus mempercepat agenda hilirisasi perkebunan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Salah satu fokus utama adalah komoditas gula, dengan target swasembada gula nasional secara penuh pada 2029. Jawa Timur pun diposisikan sebagai tulang punggung program strategis tersebut.Hal itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Percepatan Hilirisasi Perkebunan dan Penguatan Ketahanan Pangan Nasional yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (23/12). Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran kementerian, pemerintah daerah, BUMN perkebunan, hingga aparat keamanan.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Abdul Roni Angkat, menegaskan bahwa swasembada gula tidak bisa dicapai secara instan, melainkan melalui tahapan yang terukur dan berkelanjutan, dimulai dari perluasan lahan hingga peningkatan produktivitas tebu.

“Target kita jelas, 2029 swasembada gula total. Ini dimulai secara bertahap, step by step, melalui perluasan lahan dan percepatan penanaman tebu,” ujar Abdul Roni.

Menurutnya, Jawa Timur memiliki posisi strategis karena menjadi sentra utama industri gula nasional. Sekitar 70 persen pabrik gula berada di provinsi ini. Selain itu, karakter tanaman tebu yang harus dekat dengan pabrik pengolahan membuat Jawa Timur menjadi wilayah yang tidak tergantikan.

“Lahan tebu nasional 70 persen ada di Jawa Timur. Tebu tidak bisa jauh dari pabrik gula, itu sebabnya Jawa Timur menjadi basis utama,” katanya.

Abdul Roni juga menyebut kehadiran Menteri Pertanian, Gubernur Jawa Timur, Wakil Gubernur, Kapolda, Pangdam, hingga para bupati dan pimpinan BUMN perkebunan menjadi suntikan motivasi kuat untuk mempercepat program ini, termasuk dalam menyongsong tahun anggaran 2025.

“Tahun anggaran hampir berakhir, tapi kita sepakat tidak boleh kendor. Ini pengabdian untuk masyarakat dan Merah Putih. Harapannya, tahun depan kita tidak lagi bermasalah dengan gula,” tegasnya.

Pemerintah menargetkan perluasan lahan tebu hingga 100 ribu hektare per tahun, yang secara bertahap akan memenuhi kebutuhan produksi nasional sebesar 8,1 juta ton gula pada 2029. Saat ini, konsumsi gula kristal putih nasional berada di kisaran 2,8 juta ton per tahun, dengan stok yang dinilai masih aman hingga akhir tahun.

“Stok akhir tahun ini diperkirakan masih sekitar 1,2–1,3 juta ton. Itu akan menjadi cadangan strategis untuk 2025 dan seterusnya,” imbuh Abdul Roni.

Sementara itu, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Mahmudi, menyampaikan bahwa peningkatan produksi gula juga harus diimbangi dengan penguatan kapasitas pabrik. Saat ini, rata-rata utilisasi pabrik gula masih di kisaran 70 persen.

“Momentum perluasan lahan ini harus diikuti dengan investasi pabrik gula. Dengan tambahan sekitar 70 ribu hektare di Jawa Timur, potensi tebu sangat besar dan harus bisa terserap oleh 24 pabrik gula yang kami miliki,” jelas Mahmudi.

SGN, kata dia, menyiapkan investasi sekitar Rp 800 miliar untuk modernisasi dan optimalisasi pabrik gula, agar mampu mengolah tebu secara maksimal. Selain itu, perbaikan varietas tebu juga terus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas.

“Perbaikan varietas baru berjalan satu tahun. Tahun depan masuk tahun kedua, dan dalam empat tahun ke depan kami optimistis produksi bisa mencapai 8,5 juta ton,” ujarnya.

Mahmudi menambahkan, modernisasi pabrik bukan hanya soal mesin, tetapi memastikan seluruh potensi tebu di lapangan dapat diolah secara optimal dan efisien.

“Pabrik berfungsi mengoptimalkan potensi tebu. Investasi ini kami lakukan agar pabrik-pabrik gula bisa bekerja secara optimal dan mendukung target swasembada nasional,” pungkasnya.

Dengan sinergi pemerintah pusat, daerah, dan BUMN, Jawa Timur diharapkan menjadi lokomotif utama dalam mewujudkan kemandirian gula nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia menuju 2029.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.