KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus mengintensifkan sosialisasi Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan modal kerja bagi petani di tengah berbagai ancaman gagal panen.
Kepala Bidang Sarana, Prasarana, dan Perlindungan Tanaman DKPP Bojonegoro, Yuni Arba’atun, menegaskan bahwa AUTP memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan usaha tani. Menurutnya, risiko gagal panen bisa terjadi akibat berbagai faktor, seperti serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT), bencana alam, maupun kondisi lain di luar kendali petani.
“Program AUTP sangat penting karena memberikan jaminan perlindungan modal kerja bagi petani apabila terjadi gagal panen. Dengan adanya asuransi ini, petani tidak sepenuhnya menanggung kerugian sendiri,” jelas Yuni, Sabtu (13/12).
Menurut Yuni, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah memberikan sosialisasi kesejumlah kecamatan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petani terhadap berbagai program pemerintah, khususnya dalam mengantisipasi risiko kerugian usaha tani. Melalui AUTP, petani diharapkan memiliki ketahanan usaha yang lebih kuat sehingga produksi padi dapat berjalan meskipun menghadapi tantangan di lapangan.
Yuni memaparkan, jumlah peserta AUTP tahun 2025 tercatat sebanyak 11.745 petani yang tersebar di sembilan kecamatan. Rinciannya, Kecamatan Baureno menjadi wilayah dengan peserta terbanyak, yakni 5.044 petani, disusul Kanor sebanyak 2.480 petani. Selanjutnya, Kecamatan Kalitidu 745 petani, Padangan 700 petani, Dander 694 petani, Purwosari 623 petani, Malo 554 petani, Kapas 476 petani, dan Kecamatan Bojonegoro sebanyak 429 petani.
“Untuk pembiayaan premi AUTP tahun 2025, sebesar 20 persen ditanggung oleh Pemkab Bojonegoro, sedangkan 80 persen dibiayai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” terang Yuni. (*)









