KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro memperkuat mitigasi bencana berbasis lingkungan melalui penanaman rumput vetiver di spill way Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap potensi tanah longsor dan banjir bandang di wilayah rawan.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menegaskan bahwa perubahan lingkungan di wilayah selatan Bojonegoro, khususnya berkurangnya tutupan hutan, berdampak pada meningkatnya risiko bencana. Karena itu, penerapan solusi vegetatif dinilai penting untuk memperkuat daya dukung lahan.
Vetiver dikenal sebagai tanaman konservasi tanah yang efektif. Rumput ini memiliki sistem perakaran sangat dalam dan kuat, mampu menembus tanah hingga 5-7 meter bahkan lebih. Akar yang rapat dan tumbuh vertikal berfungsi mengikat partikel tanah, menahan erosi, serta menstabilkan lereng dan tebing alur air. Atas kemampuannya tersebut, vetiver kerap disebut sebagai “tembok hidup” alami.
Selain mampu menahan pergerakan tanah, vetiver juga tahan terhadap genangan dan aliran air deras, sehingga cocok ditanam di area spill way, bantaran sungai, dan lereng rawan longsor. Tanaman ini relatif mudah dirawat, berumur panjang, serta tidak invasif jika dikelola dengan baik, sehingga menjadi pilihan berkelanjutan dalam mitigasi bencana.
Bupati Setyo Wahono mengapresiasi peran BPBD Bojonegoro yang konsisten mendorong penanaman vetiver sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan dan menekan potensi bencana. Ia berharap program tersebut dapat berjalan berkelanjutan dan mendapat dukungan aktif dari masyarakat.
“Kami berharap penanaman vetiver ini terus berlanjut. Masyarakat juga kami mohon ikut menjaga tanaman yang sudah ditanam agar manfaatnya bisa optimal,” ujarnya, Jumat (19/12).
Selain itu, Bupati mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. BPBD diminta terus memantau titik-titik rawan bencana, memperkuat koordinasi lintas instansi, serta melakukan langkah pencegahan dini, terutama di wilayah yang kerap terdampak banjir bandang.
Penanaman vetiver di Desa Kedungsumber diharapkan menjadi contoh praktik mitigasi bencana berbasis alam yang efektif, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi masyarakat Bojonegoro dari ancaman bencana alam. (*)






