KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik tengah mematangkan dan mengajukan rencana pembangunan Sekolah Rakyat yang diproyeksikan akan dibangun di Kecamatan Sidayu. Kepastian lokasi itu akan ditentukan pada Jumat (11/4), usai survei teknis dan kajian kelayakan telah rampung dilakukan.
Kepala Dinas Sosial Gresik Ummi Khoiroh mengkonfirmasi hal tersebut bahwa Pemkab Gresik telah mengajukan pembangunan Sekolah Rakyat di Sidayu. “Insyaallah akan seperti itu (dibangun di Sidayu),” ujar Ummi Khoiroh, saat dikonfirmasi, Selasa (8/4).
Ia menegaskan bahwa hingga kini proses masih berjalan dan belum ada keputusan final. “Tunggu informasi yang resmi dari pemerintah. Ini masih dalam proses penggodokan,” katanya.
Lebih lanjut, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, menyatakan bahwa pihaknya telah mengajukan proposal kepada kementerian terkait dan telah dilakukan survei oleh Dinas Pekerjaan Umum.
“Selasa kemarin sudah disurvei oleh PU. Tanggal 11 April adalah penentuannya. Mohon doanya,” tutur Alif saat dikonfirmasi, Rabu (9/4).
Sebagai informasi, Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan gratis gagasan Presiden Prabowo Subianto yang dinaungi Kementerian Sosial.
Program ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, dengan misi utama menekan angka putus sekolah dan meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh.
Berbeda dengan sekolah dasar konvensional, Sekolah Rakyat dirancang dalam format boarding school atau sekolah berasrama. Seluruh kebutuhan siswa, mulai dari gizi, pendidikan formal, hingga pengembangan karakter, akan difasilitasi penuh oleh negara. Kementerian Agama turut terlibat dalam penyusunan materi sekolah karakter dan pengiriman tenaga pengajar keagamaan.
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin, menekankan bahwa aspek kualitas menjadi prioritas.
“Kualitas sarprasnya, kualitas gurunya itu akan lebih baik. Kita (Kemendikdasmen) akan memilih guru-gurunya,” tegasnya.
Pemerintah daerah masih menunggu hasil akhir dari survei dan penilaian lebih lanjut yang akan keluar 11 April besok. Program ini digadang-gadang sebagai upaya memperluas akses pendidikan yang fleksibel, partisipatif, dan berpihak pada masyarakat akar rumput.(*)








