KabarBaik.co, Jember – Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Alun-alun Jember menjadi momen penting bagi penguatan sarana pelayanan darurat daerah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember secara resmi menyerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar) baru untuk menunjang operasional di lapangan.
Peningkatan fasilitas ini menyedot perhatian pimpinan legislatif. Ketua DPRD Jember Ahmad Halim, menilai tambahan armada tersebut sangat krusial mengingat cakupan tugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan kini jauh meluas.
“Tugas petugas damkar sekarang makin beragam, tidak sebatas memadamkan api. Warga sering meminta bantuan untuk evakuasi darurat, seperti evakuasi korban jatuh ke sumur hingga mengamankan satwa liar yang masuk pemukiman,” jelas Halim usai upacara, Senin (17/8).
Halim menegaskan komitmen DPRD dan Pemkab Jember untuk terus membenahi kualitas sarana evakuasi. Kendati armada baru sudah diserahkan, ia menyoroti fakta bahwa sebagian besar mobil operasional yang dimiliki Jember saat ini sudah uzur dan mendesak untuk diremajakan.
Guna mengatasi persoalan tersebut, legislatif bersama eksekutif mulai merancang pengadaan unit tambahan pada tahun anggaran mendatang.
“Tahun depan kita usulkan alokasi minimal satu unit baru. Jika postur anggaran memungkinkan, kami dorong menjadi dua unit,” imbuhnya.
Selain peremajaan armada, penguatan layanan darurat difokuskan pada perluasan jangkauan pos siaga. Pemkab Jember menargetkan pembentukan tujuh pos damkar yang tersebar di wilayah kecamatan agar respon penanganan bencana bisa lebih cepat.
Saat ini, Jember baru didukung satu Markas Komando (Mako) di bawah Satpol PP serta tiga Pos Komando yang berlokasi di
Kecamatan Kalisat, Kecamatan Rambipuji dan Kecamatan Ambulu.
Sebagai langkah konkret, DPRD Jember akan menugaskan Komisi A untuk melakukan inventarisasi menyeluruh. Pendataan ini mencakup pemetaan kebutuhan riil mobil baru, pemisahan unit yang layak peremajaan, hingga penentuan lokasi strategis pos pelayanan di tiap kecamatan.(*)






