KabarBaik.co – Pemkab Kediri mengalokasikan dana sebesar Rp 5,4 miliar dari Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk memulihkan sarana kerja satuan perangkat daerah (SKPD) yang rusak akibat kerusuhan.
Kerusuhan yang melanda kompleks perkantoran Pemkab Kediri menyebabkan kerusakan serius dan berdapampak pada 18 SKPD. Fasilitas kantor rusak berat, termasuk penyekat ruang kerja dan peralatan operasional. Selain itu, tercatat 28 unit mobil dinas dan dua unit sepeda motor dinas ikut dirusak hingga dibakar massa.
Plt Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Kediri M Erfin Fatoni menegaskan bahwa langkah pemulihan difokuskan agar pelayanan publik tetap berjalan normal.
“Total pergeseran dari BTT kurang lebih Rp 5,4 miliar. Peruntukannya paling banyak untuk pengadaan peralatan kantor dan penyekatan ruang kerja SKPD terdampak,” ujarnya, Jumat (3/10).
Meski kendaraan dinas banyak yang rusak, pengadaan armada baru tidak termasuk prioritas tahun ini. Pemkab Kediri meminta SKPD mengoptimalkan kendaraan yang masih tersisa.
“Untuk kendaraan dinas, saat ini masih mengoptimalkan yang ada di masing-masing SKPD, jadi apa yang ada harus dimaksimalkan,” terang Erfin.
Ia menambahkan rencana penambahan kendaraan dinas baru kemungkinan baru bisa diajukan dalam Perubahan APBD (PAPBD) tahun 2026 mendatang, sebab belum tercantum dalam KUA-PPAS tahun ini.
Sementara itu, dari total dana BTT, sekitar Rp 5 miliar masih disiagakan hingga akhir tahun sebagai langkah antisipasi potensi bencana alam di musim penghujan.
“Prioritas kami saat ini adalah menjaga agar pelayanan publik tetap berjalan dengan baik sekaligus menyiapkan cadangan dana darurat,” pungkasnya. (*)







