Perkuat Ketahanan Pangan, Petrokimia Gresik Bangun Tangki Asam Sulfat 40 Ribu Ton

oleh -375 Dilihat
Dirut Petrokimia Gresik Daconi Khotob (tengah) memberikan pemaparan proyek kepada Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma'ruf (kiri). (Foto: Ist/Komkor PG)

KabarBaik.co – Petrokimia Gresik terus mempertegas perannya sebagai tulang punggung industri pupuk nasional. Perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia ini memulai proyek pembangunan tangki asam sulfat berkapasitas total 40.000 ton guna memperkuat pasokan bahan baku pupuk NPK dalam negeri.

Proyek strategis tersebut ditandai dengan prosesi ground breaking yang dilakukan Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN Aminuddin Ma’ruf bersama Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob, baru-baru ini. Pembangunan tangki ini menjadi bagian dari langkah antisipatif menghadapi tantangan geopolitik global sekaligus menjaga kesinambungan produksi pupuk nasional.

Aminuddin Ma’ruf menyampaikan bahwa swasembada pangan nasional menjadi perhatian utama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagaimana tertuang dalam Asta Cita. Ia pun mengapresiasi kinerja Pupuk Indonesia, termasuk Petrokimia Gresik, yang dinilai berhasil mempercepat capaian swasembada pangan nasional hingga tahun 2025.

“Proyek ini (pembangunan tangki asam sulfat, Red) pada akhirnya mendukung Asta Cita Bapak Presiden Prabowo tentang ketahanan pangan. Dengan kondisi geopolitik dunia seperti sekarang, ketahanan pangan kita harus mandiri,” ujar Aminuddin Ma’ruf.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menjelaskan bahwa asam sulfat merupakan salah satu bahan baku utama dalam produksi pupuk majemuk NPK. Keberadaan tangki baru ini akan menjadi penopang penting keberlangsungan produksi NPK di masa mendatang.

“Dengan pembangunan tangki ini, Petrokimia Gresik akan semakin memperkuat pasokan bahan baku pupuk NPK nasional. Dengan demikian, Petrokimia Gresik dapat memberikan kontribusi semakin besar lagi bagi terwujudnya swasembada pangan nasional secara berkelanjutan, melalui penyediaan pupuk berkualitas bagi pertanian di Indonesia,” ujar Daconi.

Sebagai pionir pupuk majemuk di Indonesia sejak tahun 2000, Petrokimia Gresik dikenal sebagai kiblat teknologi pupuk NPK nasional. Dengan kapasitas produksi mencapai 2,7 juta ton per tahun, perusahaan ini menjadi produsen pupuk majemuk terbesar di Tanah Air.

“Dengan keberadaan tangki ini, Petrokimia Gresik bisa terus meningkatkan kapasitas produksi pupuk NPK untuk mendukung ketersediaan pupuk di dalam negeri,” ujar Daconi kembali.

Tangki asam sulfat tersebut dibangun di kawasan Petrokimia Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, tepatnya di area reklamasi tahap III dengan luas lahan mencapai 3 hektare. Proyek ini mencakup pembangunan dua unit tangki, masing-masing berkapasitas 20.000 ton.

Dengan demikian, total kapasitas penyimpanan asam sulfat Petrokimia Gresik nantinya akan mencapai 100.000 ton setelah proyek beroperasi.

Pengerjaan proyek ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada Mei 2027, dengan estimasi waktu pelaksanaan sekitar 18 bulan.

“Kami pastikan proyek ini memperhatikan aspek-aspek K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dengan baik. Petrokimia Gresik maupun kontraktor juga telah menandatangani kontrak kerja sama dengan Rumah Sakit Petrokimia Gresik untuk penanganan kondisi darurat. Selain itu, dalam pengerjaan proyek ini kami juga mengutamakan aspek lingkungan,” tutup Daconi.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.